Disinyalir Korupsi DAK, Periksa dan Tangkap Kadisdik Kab. Langkat

Medan Berita – Meskipun Gubernur Non Aktif Sumatera Utara, H Gatot Pujo Nugroho bersama para kroninya kini telah dipenjarakan dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sepertinya tidak membuat gentar dan jera para pelaku koruptor lainnya di Sumatera Utara (Sumut). Seperti halnya di Instansi Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat yang dipimpin oleh, H Sujarno S.Sos MSi.

Berdasarkan, hasil informasi serta penelusuran investigasi yang dilakukan oleh kru media ini, ada sejumlah kejanggalan yang terindikasi korupsi di Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kabupaten Langkat terkait penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) TA.2014 yang dituangkan melalui APBD Kabupaten Langkat TA.2014 dengan kode rekening 1.01.1.01.01.17.18.5.2.3.20.09 telah melakukan belanja modal alat-alat peraga/praktik sekolah dari Dana DAK TA 2014 yang disebut dengan “Pengadaan Peralatan Praktik Siswa Bidang Keahlian Non Teknologi dan Rekayasa” untuk dua sekolah negeri, yakni SMK Negeri 1 Tanjung Pura sebesar Rp200 juta dan SMK Negeri 1 Serapit Rp200 juta.

Selanjutnya melalui APBD Langkat TA 2014 dengan kode rekening 1.01.1.01.01.17.20.5.2.2.23.02 telah melakukan Belanja Barang Kepada Pihak Ketiga (Hibah) dari DAK TA 2014 yang disebut dengan “Pengadaan Peralatan Praktik Siswa Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa” untuk 4 SMK Swasta, di antaranya SMK Pemda Bahorok Rp100 juta, SMK S PAB 13 Kwala Begumit Rp100juta, SMK S YPT Pangkalan Brandan Rp100 juta dan SMK Swasta Pembangunan Nasional Rp100 juta.

Dalam kegiatan tersebut, Sumardi SSos alias Pungut ditunjuk sebagai (PPTK), Rajianto sebagai Pengurus Barang dan Sudirman ST sebebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Anehnya berdasarkan informasi dan setelah dilakukan penelusuran investigasi langsung ke masing-masing sekolah, realisasi proyek tersebut didapati banyak kejanggalan, bahkan sebagian ada yang “fiktif”.

Seperti halnya setelah dilakukan penelusuran ke SMK S YPT Pangkalan Brandan, sesuai keterangan pihak sekolah, selaku penerima hibah, mereka tidak pernah mengajukan permohonan dan jika sekarang sudah dilakukan, dipastikan diteken dengan tanggal mundur. Anehnya lagi, sekolah ini baru menerima barang setelah mendapat informasi dari pihak luar, dimana nama sekolah mereka dicantumkan sebagai penerima bantuan alat-alat peraga/praktik barulah oleh pengurusnya langsung mendatangi Kantor Dikjar Langkat untuk menjemput dan itupun mereka dimintai sejumlah uang pelicin. Parahnya lagi, setelah barang-barang tersebut diterima banyak yang tidak bisa dimanfaatkan karena tidak tepat sasaran.

Selanjutnya ketika dilakukan penelusuran ke SMK Tri Guna Besitang, sesuai keterangan pihak sekolah, selaku penerima hibah, mereka tidak pernah mengajukan permohonan dan jika sekarang sudah dilakukan, dipastikan diteken dengan tanggal mundur. Terjadi hal yang sama, sekolah ini juga baru menerima barang setelah mendapat informasi dari pihak luar, dimana nama sekolah mereka dicantumkan sebagai penerima bantuan alat-alat peraga/praktik sehingga oleh pengurusnya langsung datang ke Kantor Dikjar Langkat untuk menjemput dan itupun mereka juga dimintai sejumlah uang pelicin, karena pada saat itu, pengurus SMK Tri Guna Besitang datang bersamaan dengan pengurus SMK S YPT Pangkalan Brandan.

Namun lagi-lagi barang yang diterima oleh SMK Tri Guna Besitang juga banyak yang tidak bisa dimanfaatkan, bahkan 90% barang tidak tepat sasaran, sebab sekolah ini hanya ada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), namun barang hibah yang diberikan justru berupa alat-alat teknik mesin dan elektrik, sehingga akhirnyapun seluruh barang tersebut ditumpukkan di gudang.

Selanjutnya di SMK Darma Patra Pangkalan Susu, sesuai keterangan pihak sekolah selaku penerima hibah, mereka tidak pernah mengajukan permohonan dan jika sekarang sudah dilakukan pasti diteken dengan tanggal mundur. Sama halnya dengan kedua sekolah diatas, barang yang diterima pihak sekolah hingga saat ini banyak yang tidak bisa dimanfaatkan bahkan mencapai 90% karena barang tidak tepat sasaran, dimana sekolah ini hanya ada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), namun barang hibah yang diberikan justru berupa alat-alat teknik mesin dan elektrik sehingga seluruh barang kembali ditumpukkan di gudang. Anehnya lagi sekolah ini adalah milik PT Pertamina yang notabene masih memiliki kemampuan finansial untuk menyediakan peralatan sekolah. Sementara, banyak sekolah yang kemampuan finansialnya pas-pasan justru tidak mendapat bantuan.

Sementara itu di SMK Ar-Rasyad Kuala, sesuai keterangan pihak sekolah, selaku penerima hibah, mereka tidak pernah mengajukan permohonan dan jika sekarang sudah dilakukan, dipastikan diteken dengan tanggal mundur, kru media juga mempunyai lampiran Bukti Surat Pernyataan, Kepala Sekola Drs Wagino Tanggal 28 Mei 2015. Sama halnya dengan sekolah yang sebelumnya barang juga tidak bisa dipergunakan karena sekolah inihanya ada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sementara barang hibah yang diberikan justru berupa alat-alat teknik mesin dan elektrik.

Untuk diketahui, sekolah SMK Ar-Rasyad Kuala ini adalah milik Keluarga Kaya Raya asal Kuala yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Saudara Syahrizal yang notabene masih memiliki kemampuan finansial untuk menyediakan peralatan sekolah. Sementara, masih banyak sekolah yang kemampuan finansialnya pas-pasan namun justru tidak mendapat bantuan. Apalagi sekolah ini juga hanya memiliki siswa yang tak sampai 50 orang sehingga pemberian hibah tersebut sangatlah diluar kewajaran.

Selanjutnya kru juga menemui kejanggalan-kejanggalan, dimana meskipun masing-masing sekolah menerima barang yang sama, namun harga yang diterakan dalam Berita Acara Serah Terima justru berbeda-beda. Bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah per unit. Parahnya lagi, seluruh bukti surat serah terima barang diteken dengan tanggal dan bulan di Tahun 2013 padahal mata anggaran untuk pengadaannya di tahun 2014. Sementara itu lagi, uditor BPK yang turun melakukan audit, diduga hanya datang ke SMK Negeri sedangkan SMK Swasta tidak, diduga kuat lagi kedatangan auditor BPK telah diarahkan oleh pejabat tertentu, karena berdasarkan keterangan dari pihak sekolah para auditor tersebut selalu datang dengan didampingi oleh Saudadra Rajianto selaku Pengurus Barang.

Anehnya lagi, nilai barang yang diterima tidak ada yang mencapai harga paket, diduga terjadi mark up dan sebagian barang difiktifkan. Dari 4 sekolah yang didaftarkan di dalam lembaran P-APBD Langkat TA 2014, yakni, SMK Pemda Bahorok Rp100 juta, SMK S PAB Kwala Begumit Rp100 juta, SMK S YPT Pangkalan Brandan Rp100 juta dan SMK Swasta Pembangunan Nasional Rp100 juta, yang terealisasi menerima hibah hanyalah SMK S YPT Pangkalan Brandan. Lalu bagaimana hingga 3 SMK Swasta seperti Darma Patra Pangkalan Susu, Ar-Rasyad Kuala, dan Tri Guna Besitang, yang justru menerima hibah tersebut ?.

Kadisdik Langkat, H Sujarno S.Sos MSi yang berupaya dikonfirmasi baik melalui surat serta mendatangi yang bersangkutan di kantornya, yang bersangkutan berkali-kali tidak bisa ditemui dengan alasan sedang berada diluar kota, sementara surat konfirmasi kru media yang telah dilayangkan ke Disdik Langkat juga hingga saat ini belum menerima balasan.

Sementara itu, kru media yang berusaha mengkonfirmasi persoalan ini ke Kejaksaan Negeri Stabat Kab. Langkat, Plh Kajari, Agung yang didampingi Kasipidsus, Chandra Kirana SH menyebutkan, bahwa persoalan ini benar adanya dan saat ini sedang dilakukan pendalaman dan telaah oleh BPK bersama dengan KPK. Pihak Kejaksaan juga menyebutkan, selain Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Dinas PU Bina Marga dan Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat juga banyak terjadi kejanggalan dan terindikasi korupsi, namun semuanya itu juga sudah masuk telah BPK dan KPK.

 

(Laporan Dari Langkat, MB-R2)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2