Terkait 23 TKI Ditipu, FSPMI Sumut Akan Gelar Aksi Solidaritas

Medan Berita – Terkait kasus dugaan penipuan yang dialami 23 TKI asal Sumut yang hingga saat ini terlantar di khucing Malasysia, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumut akan gelar aksi solidaritas yang akan dilaksanakan Selasa mendatang (15/12/2015). Hal ini disampaikan Willy Agus Utomo selaku sekretaris FSPMI Sumut kepada awak media ini, Kamis (10/12/2015).

” FSPMI Sumut akan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas kita sesama buruh, terkait kasus dugaan penipuan 23 TKI yang semuanya berasal dari sumut, ” ujarnya.

Willy juga mengatakan aksi kali ini akan ditujukan kekantor PJTKI PT.Satria Parang Tritis sebagai agen penyalur TKI tersebut pada bulan Januari, selain kesan ia juga mengatakan massa FSPMI yang diperkirakan sekitar seribu orang juga akan mendatangi kantor gubernur sumatera utara dan kantor disnakertrans provinsi sumatera utara.

” Kita akan kerahkan massa seribu orang, dengan tujuan kantor PJTKI PT.Satria Parang Teritis dan kantor gubernur serta kantor disnakertrans sumut,” ucapnya.

Dalam aksi nanti FSPMI Sumut meminta agar Pengusaha PT.Satria Parang Tritis agar bertangung jawab terhadap para TKI yang saat ini terlantar di KJRI Kuching dan meminta agar PJTKI tersebut dapat memulangkan para TKI ke Indonesia serta mengganti segala kerugian para TKI terkait kasus penipuan perjanjian kontrak kerja.

Willy juga meminta kepada Gubernur dan Disnakertrans Sumut melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap PJTKI PT.Satria Parang Tritis yang diduga telah melakukan pelanggaran terkait pengiriman para TKI dan dugaan penipuan kontrak yang tidak sesuai fakta, menurutnya jika pemerintah provinsi sumut membiarkan hal ini terjadi maka dapat berdampak buruk pada nasib para TKI yang disalurkan oleh PJTKI tersebut yang kemungkinan jumlahnya ratusan bahkan ribuan.

” Kita meminta agar PT.Satria Parang Tritis bertangung jawab terhadap para TKI , dan meminta gubernur serta disnaker provinsi sumut segera melakukan pemeriksaan terhadap PJTKI tersebut,” cetusnya.

Tak hanya itu saj, Willy juga meminta agar pemerintah dalam hal ini KJRI di kuching malaysia yang infonya akan menggelar perundingan antara pengusaha dan para TKI besok Jumat (11/12/2015) dapat menyelesaikan persoalan yang dialami oleh 23 TKI, jangan sampai harga diri bangsa Indonesia tercoreng akibat kasus ini, kalau bisa KJRI dapat memulangkan para TKI dengan segera dan memerintahkan agar pengusaha tempat kerja TKI mengganti kerugiannya, karena laporan dari para TKI mereka sangat trauma dan meminta agar dapat dikembalikan kekampung halamanya.

” Kita juga meminta agar KJRI Kuching dapat tegas dalam menyelesaikan kasus ini, pulangkan saja para TKI karena mereka trauma akan kejadian ini, dan kiranya KJRI juga dapat menuntut ganti rugi atas kejadian ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, 23 TKI asal Sumut diduga mengalami penipuan perusahaan PJTKI Satria Parang Tritis yang beralamat di jalan Gaperta Komplek Gaperta Centre, blok 6 B Medan, hal ini dismapaikan Dedek Cahyadi Sirait salah satu TKI kepada wartawan pada minggu (06/12/2015) via Watsh App (WA).

“ Sudah 6 bulan rekan-rekan TKI berada disana, yang tadinya di Indonesia dijanjikan buat kerja konstruksi, namun setibanya di Malaysia, sebahagian justru bekerja sebagai cleaning service untuk membersihkan bangunan yang sudah jadi,” ujar Dedek.

Penuturan Dedek selain dugaan penipuan pekerjaan, para TKI juga diduga ditipu terkait upah yang diterima dan hampir semua isi kontrak kerja sebelum berngkat dan sesampai disana tidak sesuai yang diperjanjikan.

“ Awalanya jika kami bersedia bekerja, akan diberikan upah antara 45 hingga 65 Ringgit Malaysia. Dimana 45 RM untuk non ahli dan 65 RM untuk tenaga ahli. Nominal upah, juga dicantumkan dalam kontrak kerja yang ditandatangi di Medan saat itu , dan hampir semua isi perjanjian tidak sesuai,” sebut Dedek.

Dikatakan Dedek saat ini nasib ke 23 TKI tersebut sedang terlantar dan tak punya uang. Dirinya pun berharap, pemerintah dapat menyelesaikan persoalan tersebut.

 

(Laporan Dari Deliserdang, MB-14)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2