Paving Blok Buruk, Masyarakat Minta Dibongkar Lagi

Medan Berita – Bukan rahasia umum lagi, setiap kali ada proyek Dinas Cipta Karya & Pertambangan, Kabupaten Deliserdang, dikerjakan tidak maksimal.Salah satunya proyek pemasangan paving blok di Desa Penen, Kecamatan Biru Biru, Kabupaten Deliserdang.

Seperti hasil pantauan medanberita.co.id, Minggu (27/12/2015) tadi siang, terlihat jelas pengerjaan proyek juga banyak ketimpangan. Banyak batu pon block terpasang terlihat sudah pecah dan tidak rapi, demikian juga dengan permukaan batu terpasang tidak rata sehingga terlihat menggelembung disana sini.

Ditambah lagi, pemasangan antara batu pon blok satu dengan batu yang lainnya dilakukan tidak rapat alias renggang. Padahal, proyek tersebut baru usai dikerjakan sekira sebulan lalu.

” Proyek ini seperti proyek siluman, tidak ada papan proyek. Pengerjaannya juga terkesan asal-asalan dan juga terlihat tidak rapi,” kata Tarigan (42) salah satu warga kepada medanberita.co.id.

Tarigan menjelaskan seharusnya sebelum memasang paving block itu tidak berantarakan, seharusnya dilampari pasir biar rata, sehingga paving block tidak terpengaruhi oleh kultur tanah sehingga tidak mudah amblas.

” Kami berharap para pemain proyek, Jangan hanya memikirkan keuntungan dan meminta kepada pelaksana proyek agar membongkar kembali paving block yang sudah terpasang sebab tampak tidak rapi,” ucap Tarigan.

Data diperoleh medanberita.co.id, proyek dibawah naungan Dinas Cipta Karya & Pertambangan Kabupaten Deliserdang Tahun Anggaran 2015 tersebut, merupakan kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat, dengan nama paket, Pengadaan Pembetonan / Paving Block Jalan Lingkungan Desa Panen, Kec.Biru Biru. Dana proyek tersebut bersumber dari APBD dengan Pagu sebesar Rp 189.000.000.

Proyek tersebut sejatinya dikerjakan pada tanggal 13/4/2015 dan berakhir pada tanggal 31/12/2015.Jika dilihat dari letak proyek, pemasangan pavling block tersebut bukan tanggung jawab Dinas Cipta Karya dan Pertambangan akan tetapi Dinas PU Deliserdang.

Karena beberapa tahun lalu, jalan yang menghubungkan antara Desa Penen, Kecamatan Biru-Biru dengan Desa
Penungkiren, Kecamatan STM Hilir itu, pernah diaspal oleh Dinas PU.Proyek tersebut juga tidak cocok disebut dengan kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat. Soalnya, dikanan dan kiri jalan yang dibangun, hanya terdapat sekira 7 rumah warga.

Menurut sumber, pelaksana proyek dimaksud tidak dilakukan secara swakelola maupun melalui proses tender. Akan tetapi melalui penunjukan langsung (PL) oleh instansi yang berwenang dalam hal ini adalah Dinas Cipta Karya Dan Pertambangan. Artinya, pelaksana proyek yang dimaksud disinyalir dikerjakan oleh orang yang dekat dengan dinas terkait ataupun petinggi di Kabuaten Deliserdang. Sehingga sangat rentan terjadi kolusi, Korupsi dan nepotisme, (KKN).

 

(Laporan Dari Biru-biru, MB-7)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2