4 Rumah Adat Suku Batak Marga Manurung Ludes Terbakar 

Medan Berita – Awal tahun 2016, masyarakat Desa Jangga Dolok Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Provinsi Sumatera Utara berduka, pasalnya sebanyak Empat Rumah Adat suku Batak dari Marga Manurung yang telah ditetapkan oleh pemkab tobasa sebagai cagar budaya sekaligus ikon wisatawan lokal dan asing ludes dilalap sijago merah pada, Jumat (01/01/2016) malam.

Apen warga Medan saat dilokasi kejadian menuturkan kejadian kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19 30 WIB, menurutnya rumah adat yang terbakar adalah tiga rumah adat Gorga dan satu rumah adat Sopo. Sedangkan penyebab kebakaran tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.

” Masyarakat Tobasa berduka, tadi malam sebanyak 4 rumah adat batak yang berusia ratusan tahun dan merupakan ikon wisatawan lokal dan asing ludes terbakar, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi,” ujarnya kepada medanberita.co.id, Sabtu (02/01/2016).

Apen juga menyebutkan, api bermula dari salah satu rumah adat gorga yang ditempati oleh Sargon Manurung, karena jauhnya tempat kejadian dengan pos unit pemadam kebakaran pemkab tobasa, maka api cepat merembet melalap tiga rumah adat lainya milik Juhari Manurung, Duma Manurung dan Rapidin Manurung yang berjajar berdampingan.

” Api bermula dari rumah adat gorga, masyarakat sekitar mencoba mematikan api dengan alat seadanya, karena angin kencang dan pemadam jauh dari lokasi kebakaran, api menyambar bangunan lain disampingnya, selain rumah adat gorga, rumah adat sopo juga terbakar,” sebutnya.

Masih kata Apen, api baru bisa dipadamkan tepat pukul 23.30 WIB, dengan menggunakan 5 unit mobil pemadam kebakaran yang didatangkan dari pemkab tobasa, pemkab simalungun dan PT.TPL, dirinya juga mengatakan dalam peristiwa kebakaran ini tidaķ ada korban jiwa akan tetapi kerugian materil ditaksir miliaran rupiah.

” Sebanyak lima unit pemadam datang setelah kejadian itu, api baru bisa di padamkan pukul 23.30  WIB, tapi sayang bangunan rumah adat semuanya telah rata dengan tanah, korban jiwa tidak ada tapi kerugian kemungkinan miliaran rupiah,” ucapnya.

Apen juga menyampaikan pasca kejadian, masyarakat dan para tokoh adat di tobasa menggelar doa bersama. Masyarakat tobasa juga berharap kepada pemerintah agar dapat segera membangun kembali situs rumah adat batak tersebut.

” Pagi ini masyarakat dan para tokoh adat menggelar doa bersama sesuai adat batak, dan berharap kepada pemerintah agar rumah gorga dan rumah sopo yang merupakan warisan nenek moyang marga Manurung dapat dibangun kembali, sehingga cagar budaya batak toba ini tidak lenyap,” cetus Apen seraya menambahkan diketahui Rumah Adat Gorga dan Rumah Adat Sopo ini merupakan warisan nenek moyang, diperkirakan bangunan ini telah berusia 300 tahun lebih.

(Laporan Dari Tobasa, MB-14)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2