Galian Fiber Optik Resahkan Warga

Medan Berita – Penanaman kabel fiber optik yang ada di Jalan Brigjend Zein Hamid, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, banyak membuat warga resah, seperti dari tanah hasil galian yang memakan badan jalan hingga tidak terlihatnya ada rambu pembantu pengguna jalan. Hal ini diketahui ketika dilakukan pemantauan langsung ke lokasi dan adanya tanggapan dari sejumlah warga, Sabtu (09/01/2016) sekira pukul 17.00 WIB.

Menurut Zaini (29) warga Mariendal mengatakan dirinya beranggapan pelaku penanaman kabel tidak menghargai keselamatan pengguna jalan.

” Macam gak ada orang yang lewat sini (lokasi penanaman). Maunya adalah rambunya, biar gak celaka orang,” ucapnya saat ditemui medanberita.co dilokasi dan berpendapat perihal tersebut sudah lazim terjadi dan seakan pembiaran bagi yang berhak mengawasi.

Sedangkan menurut Abbas (40) warga Delitua terkait hal tersebut mengatakan dirinya berharap Pemerintah serius menangani hal ini dimulai dari sertifikasi pekerja hingga kepatuhan pengusaha terhadap BPJS Kesehatan pekerjanya.

” Pemerintah yang berwenang gak serius. Jangan-jangan gak ada seritifikat tentang kompetensi pekerjanya. Belum lagi keikutsertaan pekerja disana dalam BPJS Kesehatan,” ucapnya dan dirinya menduga oknum pemerintah yang berwenang seakan sudah bermain mata dengan pengusaha.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan kepada salah seorang Pekerja yang sedang mengerjakan penggalian tersebut mengatakan dirinya tidak mengetahui banyak atas hal yang dikerjakannya.

” Aku baru hari ini kerja Bang, jadi gak tahu. Kalo izinnya pasti adalah,” ucap pria yang bekerja tanpa perlengkapan keselamatan tersebut dan menyebut instansi yang mengeluarkan dari pihak Pemko Medan.

Sementara untuk mengetahui apakah yang bersangkutan sudah memberitahukan pekerjaannya kepada pihak pemerintah daerah setempat, Awak media mencoba mencari tahu dan hendak menanyakan langsung kepada Camat Medan Johor namun saat dikonfirmasikan melalui handphone selular miliknya perihal tersebut, jawaban Camat terkesan mengindahkan dan mengatakan .

” Maaf saya sedang rapat,” ucap Khoiruddin Rangkuti diiringi mematikan sambungan telepon.

Menyikapi hal tersebut Pakar hukum angkat bicara dan menurutnya Penanaman fiber optik harus mempunyai izin.

” Penanaman fiber optik harus berizin. Dalam Undang-Undang nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan menjadi payung hukumnya. Jika dia jalan nasional harus izin menteri (Pekerjaan Umum), jika dia di jalan provinsi harus izin gubernur dan jika di jalan kota/kabupaten izinnya dari walikota atau bupati,” jelas Dr Alpi Sahari SH MH.

Menurut kelas jalannya, jalan ini merupakan jalan provinsi sehingga diperlukannya izin dari Gubernur Sumut.

Lanjutnya menjelaskan pemasangan utilitas itu wajib memperhatikan kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan dengan memberikan rambu pada lokasi pekerjaan.

Menurutnya adapun beberapa peraturan mengikat lainnya yang wajib dipatuhi, yaitu undang-undang lalu lintas, undang-undang keselamatan pekerja dan undang-undang yang mewajibkan pekerja terdaftar sebagai pengguna BPJS Kesehatan.

” Nah sekarang berani tidak pemerintah yang bertindak sebagai pembina dan pengawas jalan mengambil tindakan,” ucapnya pesimis.

Lalu poin yang tak kalah penting menurutnya adalah perbaikan yang dilakukan pengusaha setelah melakukan penanaman kabel.

” Peraturan yang mengikat mewajibkan pengusaha untuk memperbaiki kembali akibat penanaman itu dan tentu saja dengan jaminan uang kepada pemerintah jika ia tidak memperbaikinya maka uang jaminan pelaksanaan perbaikan disita negara,” jelasnya.

(Laporan Dari Medan, MB-7)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2