Warga Tuding Traffick Light dan Taman Kota Biang Kemacetan Delitua

‪Medan Berita -‪Situasi arus lalu lintas yang berada di Jalan Besar Pamah, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang kondisinya semrawut. Hampir setiap hari warga dan pengendara merasakan kemacetan arus lalu lintas di jalan yang menghubungkan kota Medan-Namorambe-Delitua Kabupaten Deliserdang tersebut.‬

‪Pantauan medanberita.co.id dan wawancara dengan warga di lokasi, Jum’at (15/01/2016) pagi selain karena sempitnya ruas jalan provinsi tersebut, kemacetan diperparah oleh banyaknya warga yang menerobos traffick light yang baru dibangun yang menelan biaya lebih dari Rp 600 juta. Selain itu, taman kota yang baru-baru ini dibangun pihak Kecamatan Delitua dilokasi yang seharusnya bertrotoar, juga ditengarai warga menjadi biang kemacetan.

Sementara itu petugas dari Dinas Perhubungan terlebih anggota Kepolisian Lalu Lintas Sektor Delitua lintas tidak terlihat melakukan tindakan langsung (Tilang) kepada pengendara yang melanggar rambu lalu lintas.‬

‪Sugiono (32) warga Medan yang sehari-hari berprofesi sebagai supir angkot Medan Pancurbatu mengaku setiap hari melintas jalan tersebut harus merasakan macetnya jalan, terutama disaat jam sibuk mengantar anak sekolah. Ia meminta agar pihak berwenang melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurangi kemacetan.‬

‪” Kalau dulu tidak separah ini macetnya bang. Masalahnya lampu merah ini sering diterobos pengendara. Harusnya ditertibkan oleh petugas dishub maupun polantas,” ucap Sugiono.‬

‪Senada dengan Sugiono, Sabar Bangun (43) salah seorang warga Delitua merasa kecewa dengan pembangunan infrastruktur yang dibangun Pemkab Deliserdang tersebut. Ia mengatakan bahwa sebelum traffic light dibangun, kondisi kemacetan tidak separah kondisi saat ini. Ia menilai pembangunan yang terkesan tidak memperhitungkan studi kelayakan, hal tersebut hanya sebagai bentuk pemborosan terhadap anggaran pendapatan belanja daerah.‬

‪” Fungsi traffic light harusnya memiliki fungsi untuk mengatur lalu-lintas. Tetapi ini bukannya memperlancar, tapi malah memperparah kemacetan. Kalau sudah seperti ini namanya pemborosan APBD.

” Kalau memang traffic light dibangun, harusnya instansi terkait melakukan pengawasan yang maksimal, agar tidak terjadi kesemrawutan,” keluhnya.

(Laporan Dari Delitua, MB-7)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2