Jalan Sering Banjir, Meskipun Hujan Sebentar

Medan Berita – Tampaknya musibah kebanjiran yang melanda di sejumlah kawasan Kota Medan kali ini membuat warga sekitar berulang kali mengeluhkan atas hal tersebut, berikut tanggapan sejumlah warga saat ditemui awak media ini, Senin (08/02/2016).

Ardiana (28) warga Jalan Padi Raya, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang mengaku kecewa dengan seringnya jalan itu banjir walau hujan yang turun sebentar.

” Cemana mau lewat, kalo ujan sebentar aja banjir. Tapi gak peduli kayaknya pemerintah,” ucap wanita itu dengan nada pesimis.

Lanjutnya berkata berharap pemerintah cepat dan tanggap terhadap persoalan ini.

” Maunya pemerintah respon sama orang kecil, kalo tau rakyatnya susah karena banjir adalah diperbaiki entah itu saluran air atau apalah yang buat supaya tidak banjir lagi,” terangnya.

Hal lain juga terlontar dari seorang pria yang rutin menggunakan rute jalan di Pasar III.

” Kalo disini dek, memang rawan banjir. Terpaksa musing dari Pasar V Tembung,” ungkapnya.

Dikatakannya juga akses jalan yang diberikan pemerintah ini mulai ramai pengguna sejak subuh.

” Dari Subuh banyak yang lewat sini, naik sepeda rata-rata mereka. Sampe jam 7 pagi, barulah yang naik kreta lewat. Ada yang ngantar anaknya sekolah, ada yang mau pergi kerja. Tapi kalo banjir, kan kasian yang lewat sini,” tutupnya berkata.

Sedangkan menurut keterangan Adi (46) warga sekitar mengatakan, curahan air hujan yang mengguyur Kota Medan sekitarnya menyisakan banjir yang sudah menjadi tradisi di Jalan Datuk Kabu, Pasar III Tembung, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai.

” Padahal diketahui akses jalan yang dibanjiri air ini merupakan akses favorit yang sering digunakan pengguna jalan dari tempatnya bermukim di kawasan Kabupaten Deli Serdang menuju Kota Medan,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan tidak merata di daerah pinggiran juga menjadi persoalan dalam mengatasi banjir di Jalan Datuk Kabu.

” Disana merupakan batas dari dua wilayah pemerintahan daerah yaitu Pemko Medan dan Pemkab Deli Serdang, merujuk dari banyaknya penyerapan tenaga kerja yang berasal dari Deli Serdang ke Kota Medan, barang tentu membuat perekonomian berjalan. Namun sarana yang diberikan dan dirawat pemerintah tidak berupa pemeliharaan jalan dan pemeliharaan drainase akses tenaga kerja tersebut,’ keluh pria berkulih hitam manis ini.

Pantauan awak media terlihat banjir yang menggenangi Jalan Datuk Kabu setinggi lutut orang dewasa. Dengan keadaan seperti itu membuat pengguna jalan susah untuk melintas. Bahkan seorang penarik becak bermotor harus mendorong becaknya karena mesinnya mati.

(Laporan Dari Medan, MB-03)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2