Sari Roti Lakukan Pembohongan Publik

Medan Berita –  M. Rivai Tanjung bapak 3 bocah yang keracunan setelah mengonsumsi Roti Sari Roti saat ditemui di BPSK saat menjalani sidang keduanya, dengan waktu bersamaan mengatakan dengan ditemukannnya Roti Sari Roti yang sudah kadaluarsa masih tetap diperdagangkan, dengan berarti pihak Sari Roti telah melakukan pembohongan publik. Sebab katanya, Beni salah satu staf Sari Roti pernah penyebut produk Sari Roti tidak boleh lagi dijual sebelum 1 hari masa expirednya tiba.

” Berarti pihak Sari Roti telah melakukan pembohongan publik, karena si Beni orang Sari Roti itu bilang Roti Sari Roti yang expired tidak pernah dijual, karena katanya satu hari sebelum expired roti itu sudah diturunkan dari rak supermarket. Kenyataannya sekarang ditemukan Roti Sari Roti yang sudah kadaluarsa masih tetap dijual,” sebutnya.

Rivai berharap, kasus ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah terkait untuk menindak tegas agar tidak adalagi korban-korban berikutnya.

Sebelumnya, ditemukan belasan bungkus roti Sari Roti yang telah lewat masa konsumsi di Indomaret Jln. Darussalam Medan, Rabu (24/02/2016) dinihari, sekira pukul 00.15 WIB.

Sebelumnya, Roti sandwich produk Sari Roti yang diduga beracun dan nyaris menewaskan ketiga putra M. Rivai Tanjung, warga Jln M Jamil/Jln. Perhubungan, Bandar Kalipah, yang mereka beli dari Alfamidi Tembung pada, Selasa (19/01/2016) malam lalu.

Tiga bocah yang keracunan diduga akibat mengkonsumsi roti Sari Roti itu adalah, Syuja Azka (5), Ibas (3) dan Raka (2).

Kasus ini sudah menjalani dua kali persidangan di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Persidangan pertama, pada Selasa (16/02/2016) pihak Alfamidi Tembung dipanggil sebagai terlapor.

Selanjutnya sidang kedua digelar pada, Selasa (23/02/2016) lalu. Pihak Sari Roti diperiksa sebagai saksi. Namun dalam persidangan tersebut pihak Alfamidi saat ditemui wartawan menyalahkan pihak Sari Roti.

Secara tegas, manajemen PT Alfamidi meminta PT Nippon Indosari Corporindo Tbk untuk bertanggungjawab atas persoalan itu.

” Kita tidak bersalah, karena konsumen yang telah membeli roti Sandwich Sari Roti itu belum expired. Konsumen (M Rivai Tanjung) membeli tanggal 19 Januari, sedangkan expired Sari Roti tersebut tanggal 21 Januari. Jadi yang mestinya bertanggungjawab adalah PT Sari Roti,” ungkap Rizal, Staf Perizinan PT Alfamidi, dalam sidang lanjutan yang digelar di Kantor Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Jalan AH Nasution, Medan, Selasa (23/02/2016).

Hakim yang memimpin sidang itu, Darma Bakti pun sepakat dengan pernyataan PT Alfamidi. Dia menyebutkan, kasus yang berdasar surat gugatan No.27/P3K/I/2006, seharusnya menjadi tanggungjawab sepenuhnya PT Sari Roti.

” Tugas BPSK bukan hanya menyelesaikan masalah sengketa konsumen tetapi juga menertibankan perizinan dan pengawsan terhadap produk misalnya apakah produk tersebut memiliki SNI, Sertikat Halal dan sebagainya. Jadi kita tetap berpihak kepada konsumen. Untung saja Pak Rivai di rumah saat anaknya keracunan, kalau tidak bisa gawat,” ungkapnya.

Namun secara mendasar dari keterangan hakim saat itu, setiap produk harus memiliki SNI. Tapi kenyataan hingga saat ini produk Sari Roti tidak memilik SNI dan izin Dinkes yang beredar di masyarakat.

(Laporan Dari Medan, MB-03)

Teks Foto : Zulham Saat Menunjukan Roti Sari Roti yang Kadaluarsa.

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2