Ketua Tim Penggerak Pemko Siantar Diperiksa Polda Sumut

Medan Berita – Mantan Ketua Tim Penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) Pemko Siantar, Rusmiati Rumana Boru Pardosi diperiksa Penyidik Subdit I/Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut untuk diperiksa dengan status terlapor, Selasa (01/03/2016).

Istri mantan Walikota Siantar Hulman Sitorus tersebut diperiksa mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB, terkait laporan mantan Wakil Wali Kota Siantar Koni Ismail Siregar dan istrinya Hj. Rini Annisa Silalahi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan atau ingkar janji (wanprestasi red), pembayaran dana pinjaman uang kampanye Rp1,1 miliar pada tahun 2010 saat akan maju menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Siantar (Hulman Sitorus-Koni Siregar).

Saat dikonfirmasikan, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas AKBP MP. Nainggolan membenarkan pemeriksaan terhadap istri mantan Wali Kota Siantar itu.

“ Yah, ada pemeriksaan namun statusnya masih sebagai saksi,” sebut MP singkat kepada awak media ini, Selasa (01/03/2016).

Diketahui pemeriksaan Rusmiati Boru Pardosi merupakan panggilan kedua setelah panggilan pertama tidak datang, sebelumnya, Hulman Sitorus dan istrinya Rusmiati Rumanna Boru Pardosi warga Jln. Mual Nauli, Kel. Siopat Suhu, Kec. Siantar Timur, Kota Pematang Siantar, dilaporkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Siantar, Hj Rini Annisa Boru Silalahi selaku istri Koni Ismail Siregar sesuai Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor : STTPL/1268/X/2015/SPKT III tanggal 22 Oktober 2015, Poldasu, dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan serta ingkar janji (wanprestasi) terkait dana kampanye sebesar Rp1,1 miliar.

Dana pinjaman itu dengan jaminan surat tanah Mertua Koni Siregar atau orangtua Hj Rini Annisa Boru Silalahi yang terletak di Desa Tigaras, Kec. Dolok Pardamean, Kab. Simalungun.

Laporan pengaduan Hj Rini Annisa Boru Silalahi diterima Bripka Mardan Syah Putra dan diketahui Ka SPKT Ub Siaga SPKT III, Kompol Nasran. Adapun dugaan pasal yang diterakan dalam laporan yaitu Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUH Pidana, tentang penipuan dan penggelapan. Sedangkan dugaan kerugian sebesar Rp1,1 miliar.

Namun, setelah keduanya terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Hulman Sitorus-Koni Ismail Siregar) priode 2010-2015, hubungan keduanya hanya berjalan 6 bulan harmonis sehingga Hulman Sitorus tidak membayar hutang tersebut.

“ Dana yang dipinjam dari seorang pengusaha dengan mengagunkan surat tanah di Desa Tigaras, Kec. Dolok Pardamean, Kab. Simalungun, bertujuan sebagai modal pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota Pematangsiantar 2010 silam.

Namun setelah menang Hulman ternyata wanprestasi. Sementara pengusaha itu dari setahun lalu sudah meminta kami menebusnya,” ujar Koni Ismail Siregar kepada wartawan setelah membuat pengaduan ke polisi, beberapa waktu lalu sembari mengakui bahwa komitmen antara dirinya dan Hulman Sitorus pada saat itu hanya sebatas lisan.
‪Disebutkan, uang sebesar Rp1,1 miliar itu ditransfer ke rekening istri Hulman, Rusmiati Rumanna Pardosi nomor 0189769060 tertanggal 19 April 2010.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2