Gloria Swalayan Jual Makanan Kaleng Merek Enggel Brand Kadaluarsa

Teks Foto : Gloria Swalayan yang berlokasi di Jln. Gatot Subroto, Kec. Medan Petisah, tepatnya di depan Hotel Grand Elite Medan, Kamis (24/03/2016). (Sah)

Medan Berita – Helena Beru Tarigan Tua (33) warga Jln. Gatot Subroto/ Jln. PWS, No. 39, Kel. Sei Putih Timur II, Kec. Medan Petisah rencana akan menggugat dan melaporkan pihak Gloria Swalayan yang berlokasi di Jln. Jend. Gatot Subroto, Kec Medan Petisah tepatnya didepan Grand Serela Hotel terkait menjual makanan kaleng buah rambutan merek Enggel Brand kondisi kadaluarsa yang Expayed pada tahun 2015/12/13.

Akibat mengkonsumsi makanan itu, menyebabkan kedua anaknya keracunan, merasa tak terima, Helena Boru Tarigan Tua kembali mendatangi pusat perbelanjaan tersebut.

” Setelah makan buah rambutan kaleng merek Enggel Brand itu, anak saya Jaremia Rapael Situmeang (10) dan Jesica Rahelia Situmeang (8) mengalami muntah – muntah dan buang air besar terus – menerus kemudian mengeluarkan keringat,” ucap Helena saat ditemui Medanberita.co.id di lokasi kejadian, Kamis (24/03/2016) malam.

Dikatakannya, selain kedua anaknya mengalami keracunan, hal itu juga dialami oleh ayah kandungnya.

” Ayah saya, Jhonatan Tarigan (63) juga mengalami hal yang sama selain itu adik ipar saya, Winda sari (26) turut mengalami keracunan dan menyebabkan saluran tenggorokannya kering, gatal, dan juga panas,” keluhnya.

Lanjutnya berkata, awal mula kedatangan dirinya, niat meminta pertanggung jawaban pihak swalayan namun terkesan diindahkan.

” Mulanya tadi saya datang baik-baik ke Swalayan itu dan menceritakan kejadian yang dialami, tapi malah karyawan Gloria Swalayan bernam Evi Silalahi mengatakan, silahkan berobat sendiri saja. kami tidak ada damai-damai, kalau mau ngadu, silahkan,” kata Helena menirukan ucapan Evi Silalahi pada wartawan.

Masih dijelaskannya lagi, usai mendengar penjelasan karyawan itu, Helena pun beranjak pergi dari tempat tersebut.

” Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, kedua anak saya, ayah dan adik ipar, akan saya bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, kemudian rencana melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Baru,” pungkasnya.

Terpisah pengawas Gloria Swalayan warga turunan tionghoa yang mangaku bernama Toni ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak mengetahui pasti kejadian itu.

” Saya tidak tahu menahu,” jelasnya singkat sembari menjauh dari wartawan media ini.

(Laporan Dari Medan, MB-01)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2