Konsumen Marah, Gloria Swalayan Jual Produk Kadaluarsa Expayed 2015/12/13

Teks Foto : Helena Beru Tarigan saat menjelaskan kepada karyawan Gloria Swalayan tentang makanan kaleng kadaluarsa yang dibelinya dari tempat itu, Kamis (24/03/2016). (Sah)

Medan Berita – Salah seorang konsumen pusat perbelanjaan Gloria Swalayan yang berlokasi di Jln. Jend. Gatot Subroto (Gatsu) tepatnya di depan Grand Serela Hotel mendadak komplain, pasalnya wanita suku karo bernama Helena Beru Tarigan Tua (33) warga Jln. Gatot Subroto/ Jln. PWS No. 39, Kel. Sei Putih Timur, Kec. Medan Petisah ini kecewa karena barang yang dibelinya dalam kondisi kadaluarsa, Kamis (24/03/2016) malam.

Adapun jenis makanan buah rambutan kaleng kondisi kadaluarsa dengan merek Enggel Brand yang dibelinya expayed pada tahun 2015/12/13.

Pantauan Medanberita.co.id dilokasi kejadian, terlihat Helena dengan ditemani adiknya membawa sisa makanan buah rambutan kaleng merek Enggel Brand itu masuk kedalam swalayan dan berbicara kepada pihak management sepertinya tidak mendapat tanggapan dari pihak swalayan itu.

Merasa kesal seolah tidak ditanggapi, Helenapun marah besar sehingga puluhan konsumen yang sedang berbelanja di Swalayan Gloria itu terlihat terdiam sambil menyaksikan dan mendengar perkataannya.

” Apa tanggung jawab kalian sekarang ini, dua orang anakku, ayah dan adik iparku sudah keracunan, gara-gara makanan buah rambutan kaleng merk Enggel Brand yang kalian jual itu,” ucap Helena dengan nada tinggi kepada pihak swalayan.

Helena kembali menuturkan, jika kasus ini belum juga dapat diselesaikan, rencana dirinya akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

” Mereka harus bertangjawab dengan produk yang jualnya, aku akan menuntutnya, akan kulaporkan mereka ke Disperindag, Dinkes dan kebagian perlindungan konsumen serta Polisi,” cetusnya.

Rasa kesalnya tersebut kembali memuncak, usai mendengar perkataan salah seorang karyawan swalayan itu.

” Tadi aku sudah datang baik baik, malah seorang wanita karyawan Gloria Swalayan bernama Evi Silalahi mengatakan, ” Kami tidak ada damai – damai, kalau mau ngadu silahkan saja,” ucap Helena menirukan perkataan Evi.

Sementara salah seorang pengawas Gloria Swalayan warga turunan tionghoa yang mangaku bernama Toni ketika dikonfirmasikan terkait makanan kadaluarsa itu mengatakan, dirinya tidak mengetahuinya.

” Saya tidak tahu menahu,” jelasnya singkat sembari menjauh dari wartawan media ini.

(Laporan dari Medan, MB-01) 

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2