Gloria Swalayan Jual Barang Kadaluarsa Produk Engel Brand

Teks Foto : Manisan buah rambutan kaleng merek Angel Brand yang dibeli korban dari Gloria Swalayan yang berlokasi di Jln. Gatot Subroto, Kec. Petisah tepatnya didepan Grand Serela Hotel dengan kondisi telah kadaluarsa, Kamis (24/03/2016) malam. (Sah)

Medan Berita – Helena Beru Tarigan Tua (33) warga Jln. Gatot Subroto/ Jln. PWS No. 39, Kel. Sei Putih Timur II, Kec. Medan Putisah, mengalami kesedihan melihat anaknya terbaring di Rumah Sakit Bunda Thamrin, Jln. Sei Batanghari, Kec. Medan Baru, Jum’at (25/03/2016) sore.

Niat tulus yang hanya untuk menyenangkan hati anaknya dengan membelikan manisan buah rambutan kaleng merek Angel Brand di Gloria Swalayan yang berlokasi di Jln. Gatot Subroto, Kec. Petisah tepatnya didepan Grand Serela Hotel, Kamis (24/03/2016) malam, malah membawa duka dan kesedihan.

” Anakku Jaremia Rapael Situmeang (10) jadi korban keracunan usai mengkonsumsi manisan buah rambutan kaleng yang kondisi telah kadaluarsa Expayednya telah habis 2015/12/13,” ujar Helena pada wartawan media ini saat dihubungi melalui telpon genggamnya, Jumat (25/03/2016) malam.

Ditambahkannya, setelah kejadian, Helena sempat mempertanyakan kepada pihak swalayan, namun seolah diabaikan.

” Saya telah mendatangi Gloria Swalayan untuk meminta pertanggung jawabannya, namun pihak swalayan itu bukan memberikan tanggung jawabnya tapi malah karyawan Gloria Swalayan bernam Evi Silalahi, malah mengatakan, berobat saja sendiri. Kami tidak ada damai – damai, kalau mau ngadu silahkan saja,” kata ibu korban menirukan ucapan karyawan tersebut.

Atas kejadian tersebut, Helena berharap pihak terkait melakukan tindakan atas terhadap managemen swalayan itu.

” Saya berharap kepada Pemerintah Kota Medan terutama bapak Walikota Medan, Dzulmi Eldin kiranya dapat memerintahkan Dinas terkait untuk melakukan razia terhadap produk makanan dan minuman yang telah kadaluarsa, di swalayan – swalayan yang ada di kota Medan agar tidak ada lagi korban seperti anak saya Jaremia Rapael Situmeang,” pintanya.

Selain itu diri juga akan meminta pertanggung jawaban pihak Gloria Swalayan dan Perusahaan manisan buah rambutan kaleng merek Angel Brand secara hukum, dan disamping itu Helena juga menghimbau agar masyarakat berhati – hati membeli dan berbelanja di swalayan atau super market karna diduga banyak menjual produk makanan dan minuman yang telah kadaluarsa,” pungkasnya.

Selain kedua anaknya mengalami keracunan, hal itu juga dialami oleh ayah kandungnya.

” Ayah saya, Jhonatan Tarigan (63) juga mengalami hal yang sama selain itu adik ipar saya, Winda sari (26) turut mengalami keracunan dan menyebabkan saluran tenggorokannya kering, gatal, dan juga panas,” keluhnya.

Lanjutnya berkata, awal mula kedatangan dirinya, niat meminta pertanggung jawaban pihak swalayan namun terkesan diindahkan.

” Mulanya tadi saya datang baik-baik ke Swalayan itu dan menceritakan kejadian yang dialami, tapi malah karyawan Gloria Swalayan bernam Evi Silalahi mengatakan, silahkan berobat sendiri saja. kami tidak ada damai-damai, kalau mau ngadu, silahkan,” kata Helena menirukan ucapan Evi Silalahi pada wartawan.

Masih dijelaskannya lagi, usai mendengar penjelasan karyawan itu, Helena pun beranjak pergi dari tempat tersebut.

” Untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, kedua anak saya, ayah dan adik ipar, akan saya bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, kemudian rencana melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Baru,” pungkasnya.

(Laporan Dari Medan, MB-01)

 

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2