Guru Agama Islam Cucuk Punggung Tangan Siswa Hingga Berdarah

Teks Foto : Korban saat menunjukan surat bukti laporan di Mako Polresta Medan, Minggu (10/04/2016). (Saf)

Medan Berita – Bersama ibunya, Dandi Gunawan (14) warga Jln. AR.Hakim/Bakti, Gg. Langgar, Medan Area, terpaksa mendatangi Polresta Medan. Pasalnya, ia menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh Fatma, gurunya sendiri saat mata pelajaran Agama Islam sedang berlangsung di SD Muhammadiyah 19 yang berada di Jln. Pancasila, Gg Sekolah, Medan Denai. Minggu (10/04/2016) jam 18.00 WIB.

Menurut informasi yang didapat, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (09/04/2016) sekira jam 11.30 WIB, saat itu korban sedang mengikuti pelajaran agama islam yang mana guru agama tersebut bernama Fatma. Sang guru menunjuk seorang temannya untuk membaca Al-quran dan si korban untuk membaca Iqra. Namun, korban malah diam karena ia kira yang disuruh terlebih dahulu untuk membaca adalah temannya.

Namun, ternyata sang guru berkeinginan lain, sang guru menyuruh korban untuk ikut membaca secara berbarengan dengan temannya. Akan tetapi, saat menyuruh untuk membaca berbarengan, sang guru sambil mencucukkan ujung penanya ke punggung tangan kanan korban hingga berdarah.

Menurut Fatimah (34) ibu kandung korban, mengatakan, setibanya korban di rumah setelah usai menimba ilmu di sekolah, anaknya melaporkan hal tersebut kepadanya.

” Pas dia pulang sekolah itu baru mengadu dia sama saya kalau tangannya dicucuk gurunya pakai pulpen hingga berdarah,” ungkapnya kepada awak media ini, Minggu (10/04/2016) sore.

Ibu beranak 3 ini mengatakan, anaknya tersebut sudah 4 kali mengalami hal yang tidak menyenangkan di sekolah tersebut, namun kejadian kali ini tidak dapat dimaafkannya.

” Sudah 4 kali anakku mendapat perlakuan yang tidak bagus, tiga kali masih bisa ku maafkan tapi yang kali ini tak bisa lagi ku maafkan,” jelasnya.

Ibu yang berprofesi sebagai penjual lemang ini mengatakan, dari pengakuan anaknya, banyak terdapat guru yang kejam di sekolah tersebut.

” Kalau kata anakku, banyak guru yang kejam di sekolahnya itu,” ucapnya.

Fatimah berharap kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap si pelaku, agar tidak ada korban yang berjatuhan lagi.

” Aku harap polisi segera menangkapnya, supaya tak ada lagi yang mengalami hal seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono, saat dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, mengatakan, akan melidik kasus tersebut.

” Ya kasusnya akan kita lidik,” ujarnya singkat.

(Laporan dari Polresta Medan, MB-03)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2