Kondisi Pemerintahan dan Birokrasi di Wilayah Medan Sumut Jadi Sorotan

Medan Berita –  Atas dasar surat pengaduan yang masuk mengatasnamakan pedagang ke Lembaga Pemantau Pemilu dan Pemerintahan Sumatera Utara (LP3SU), Kabid Investigasi, Salfimi, Amd. Ak akhirnya angkat bicara.

Menurutnya, terkait kondisi pemerintahan dan birokrasi di wilayah Medan Sumut saat ini sangat menjadi sorotan terutama soal kasus tipikor, dimana mulai pejabat Gubsu dan Walikota dua generasi berturut-turut menjadi terdakwa atas kasus tipikor. Ditambah lagi menyusul para anggota Dewannya dan penjabat SKPD juga menjadi terdakwa dan ditahan.

” Kami menilai bahwa ada yang salah di dalam sistem perekrutan atau pemilihannya. Kami nilai hasil sistem pemilu saat ini perlu di evaluasi kembali karena disinyalir hanya menghasilkan koruptor bukan pemimpin yang layak menjadi panutan dan memimpin rakyatnya. Malah menyengsarakan rakyat jika mereka korupsi. Masalah kondisi Sumut ini juga sudah ditegaskan oleh Sekda Provsu Hasban Ritongan yang mengatakan Sumut rentan tipikor,” ungkapnya.

Oleh karena itu, masih dijelaskannya, dirinya berharap jangan sampai indikasi money politic yang sudah bukan rahasia umum lagi terus menerus terjadi di Sumut maupun Medan, terindikasi untuk menjabat kedudukan di pemerintahan harus dengan uang sehingga tentunya hal ini tidak akan menghasilkan seorang pejabat yang berkualitas dan jujur, yang dapat membangun Medan dan Sumut.

Dikaitkan dengan status sumut dan Medan soal tipikor itu, sebutnya, disini kami memantau bahwa Pemko Medan sedang melaksanakan tahapan pemilihan Direksi Perusahaan Daerah, mulai PD. Pembangunan, PD Rumah potong hewan dan PD. Pasar.

” Disini kami lihat para pejabat lama masih ikut mendaftarkan diri untuk bersaing memperebutkan kursi sebagai Direksi tersebut. kami menangkap sinyal seperti ada sesuatu yang dikejar dan diharapkan jika duduk sebagai pejabat Direksi. Karena selama ini kami menilai tidak ada kemajuan yang signifikan demi kepentingan masyarakat dan perkembangan serta pembangunan kota Medan dari ketiga PD tersebut, apalagi terkait masalah PAD dan yang menyangkut tupoksinya,” cetus Salfimi.

Seharusnya sebagai Direksi, lanjutnya berkata, harus mampu memberikan kontribusi nyata demi perkembangan dan pembangunan kota Medan.

” Dalam pemilihan direksi PD ini, kami akan terus memantau agar jangan sampai terjadi unsur money politic atau kepentingan di dalamnya sehingga pelaksanaan pemilihan Direksi PD Pemko Medan nantinya menghasilkan direksi yang profesional dan berkualitas serta mampu mengembangkan PD yang dipimpinnya kelak demi kepentingan umum secara utuh terutama bagi Kota Medan yang kita cintai, PD tersebut harus mampu memberikan kontribusi positif demi pembangunan dan perkembangan kota Medan serta harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum,” ucapnya.

Untuk itu, kami ingatkan dan minta kepada panitia seleksi harus independen, proporsional dan profesional didalam menyeleksi para calon nantinya.

” Disini kami melihat jelas tertera aturan dan syarat khusus untuk menjadi Direksi PD Pemko Medan, sehingga panitia seleksi harus selalu berpedoman pada aturan dan syarat tersebut jangan sampai karena ada unsur kepentingan atau tergiur dengan godaan money politic memilih asal-asalan. Aturan harus ditegakkan sehingga nanti hasilnya akan baik,” tambahnya lagi.

Kami sampaikan ini, karena kami sudah menangkap sinyal mulai ada unsur kepentingan dan money politic dalam seleksi Direksi PD Pemko Medan kali ini. Bahkan kami mendengar kabar angin sudah ada yang mencoba menggunakan kekuatan uang untuk dapat meloloskan dirinya menjadi Direksi PD Pemko Medan.

Intinya hilangkan unsur KKN dalam pemerintahan yang menjadi cita-cita reformasi, terutama dalam hal pemilihan Direksi PD Pemko Medan.

Kami disini sangat heran dan memiliki pertanyaan besar, melihat para pejabat lama masih mau ikut dalam pertarungan memperebutkan kursi Direksi PD Pemko Medan. Sebenarnya ada apa disana, apa niatnya, ? ingin membangunkah atau ada unsur kepentingan dibalik itu.

” Kepada panitia seleksi juga jangan hanya fokus pada janji-janji kampanye dalam visi misi para calon. Tapi perhatikan juga latar belakang dan bagaimana track record para calon. Kaitkan seluruh sudut pandang yang berkaitan. Apalagi para calon yang pernah duduk sebagai Direksi, perlu diperhatikan dan dilihat secara detail agar jangan sampai salah dalam memutuskan. Bagaimana selama ini kinerjanya, masih pantas atau tidak. Karena sudah banyak kenyataan, janji tinggal janji,” pungkas Salfimi.

 

 

(Laporan dari Medan, MB-07)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2