Pemilihan Kepala Desa Paya Geli Tahun 2016- 2022 Diwarnai Keributan

Teks Foto : Camat Sunggal, Hendra Wijaya, Waka Polsek Sunggal, AKP Trila Murni, Dan Ramil Sunggal, Kap. J. Damanik beserta 3 calon Kepala desa dan panitia P2K Disaksikan warga saat berdiskusi di Lorong Gelap, Dusun III, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang, Selasa (19/04/2016). (Lim) 

Medan Berita – Pemilihan Kepala desa Paya Geli, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang periode tahun 2016-2022 di warnai aksi keributan, Selasa (19/04/2016) sekira pukul 13.00 WIB.

Pemilihan Kepala desa yang berlangsung di Lorong Gelap, Dusun III dengan 3 Calon masing-masing dengan urut 1. Jumana, 2. Kassiman Abas dan nomor urut 3. Burhanuddin Amd.

Terhentinya pemilihan kepala desa tersebut dari informasi yang dihimpun Medanberita.co.id menyebutkan berawal akibat diduga tidak konsekuennya panitia pemilihan kepala desa yang melakukan pemangilan para pemilih dengan tidak secara efektif, sehingga membuat beberapa warga pendukung dari salah satu calon kecewa.

“ Kami sudah 3 jam berada di Tempat Pemilihan Suara (TPS), namun tidak juga dipangil-pangil. Kenapa harus dari dusun lain saja yang dipanggil,” terang beberapa warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Akibat dari kekecewaan tersebut, pemilihanpun berhenti dan terjadi keributan yang menjurus terjadi pelemparan kursi dan batu. Akibat dari kerusuhan tersebut salah seorang warga B mengalami cidera di wajahnya karena pelemparan batu. Keributan dapat terhenti setelah Kapolsek Sunggal, Kompol Harry Azhar bersama personil dan dibantu dari Koramil Sunggal turun ke lokasi.

Dalam diskusi antara ketiga calon Kepala desa bersama Camat Sunggal, Hendra Wijaya, Ketua Panitia pemilihan Kepala desa (P2K) serta calon pendamping yang juga turut dihadiri oleh Waka Polsek Sunggal, AKP Trila Murni, Dan Ramil Sunggal, Kap. J. Damanik akhirnya menerima kembali dilanjutkan pemilihan Kepala desa dengan memberi tenggang waktu beberapa jam.

Dalam diskusi tersebut salah seorang Calon Kepala desa dengan nomor urut 3, Burhanuddin mengatakan dihadapan Camat Sunggal bahwa sebelum terjadi kerusuhan tersebut dia meminta agar pemilihan tetap disterilkan.

Dikatakannya, sebab kerusuhan berawal dikarenakan banyaknya warga yang menjadi peserta pemilih dari dusun II dan III tidak dipanggil-panggil, dan diduga ada warga yang membawa bundelan, selanjutnya karena terlalu lama dipanggil. Ketika maju dengan membawa surat undangan saat dicari nama peserta pemilih sudah tidak ada.

Sementara dari informasi dilapangan diduga ada salah seorang warga yang belum diketahui identitasnya diamankan saat pemilihan. Diketahui warga tersebut buka warga paya geli dan seorang lagi diketahui memegang surat undangan yang cukup banyak, selanjutnya kedua yang diduga sebagi salah seorang pendukung dari salah satu calon digelandang ke Mako Polsek Sunggal guna pemeriksaan lebih lanjut.

(Laporan dari Paya Geli, MB-02)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2