Pengiriman Mantan Wakil Bupati Tobasa ke Jaksa Kembali Ditunda

Medan Berita – Sudah berulang kali akan dikirim ke jaksa, tapi mengaku sakit. Hingga kini berkas maupun tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Pemkab Tobasa yang melibatkan mantan Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu tak kunjung selesai/dikirim ke jaksa.

Begitu juga halnya ucapan Kasubdit III/Tipikor AKBP Nicolas ketika dikonfirmasi, Selasa (03/05/2016) siang.

” Kita masih tetap melakukan kordinasi, mudah-mudahan Liberty Pasaribu lekas sembuh. Dan akan kita jadwalkan lagi kapan beliau akan dikirim,” ujar Nicolas melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, Liberty Pasaribu batal dikirim ke jaksa, pasalnya dirinya mengaku sakit. Mereka (pihak keluarga Liberty) menelepon dan mengirim SMS dan mengatakan bahwa Liberty Pasaribu sedang berada di rumah sakit, jadi tidak jadi dikirim.

” Liberty Pasaribu mengaku sakit, jadi kita tunda pengirimannya,” ujar Nicolas.

Lalu saat ditanya wartawan apakah hanya melalui telepon dan SMS lantas polisi langsung percaya dan enggan melakukan pemaksaan/penjemputan. Nicolas lalu mengatakan.

” Kita ini manusia, harus ada toleransi. Keluarga melaporkan sakit. Kita harus kasih toleransi sesama manusia. Jika Liberty sudah sembuh, maka akan kita kirim ke Jaksa,” ujarnya menerangkan.

Liberty Pasaribu pernah juga diduga mangkir dengan berbagai sebab. Ketika akan dikirim ke Jaksa beberapa pekan yang lalu. Diantaranya karena sakit. Makanya hingga kini belum bisa dilimpahkan ke jaksa.

Kepolisian berharap agar Liberty Pasaribu koperatif dan memenuhi panggilan tersebut agar kasus ini dapat selesai secepatnya.

” Liberty Pasaribu harus koperatif,” ujar Kabid Humas Poldasu melalui Kasubbid Penmas AKBP MP. Nainggolan menerangkan beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, diketahui Liberty Pasaribu yang saat itu Sekda, lolos dari koorporasi (kerja sama) dugaan korupsi DAK/DAU Tahun 2004 sebesar Rp 3 miliar tersebut. Akan tetapi, 9 tahun setelah kejadian itu atau setelah Liberty Pasaribu menjadi Wakil Bupati Tobasa yang berpasangan dengan Pandapotan Kasmin Simanjuntak sebagai bupati, penyidik Tipikor Poldasu mendapat novum (bukti) keterlibatan Liberty Pasaribu.

Hal ini menyusul putusan Mahkamah Agung Nomor 1585 K/Pid.Sus/2011, putusan Mahkamah Agung Nomor 2361 K/Pid.Sus/2011 dan putusan Mahkamah Agung Nomor 1546 K/Pid.Sus/2011.

Dalam putusan itu disebutkan kalau korupsi APBD Kabupaten Tobasa senilai Rp3 Miliar dilakukan bersama-sama (berjamaah).

(Laporan dari Poldasu, MB-06)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2