Ramadhan Pohan Dilaporkan Pidana Penipuan dan Penggelapan

Medan Berita – Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting saat ditemui Wartawan di Aula MMC Bid Humas Polda Sumut mengatakan Ramadhan Pohan dilaporkan berdasarkan Laporan Polisi : LP/331/III/2016/SPKT I, tanggal 18 Maret 2016 an pelapor Laurenz Henry Hamonangan Sianipar tentang Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan dan surat perintah penyidikan nomor : SP Sidik/170/III/2016/Ditreskrimum tanggal 23 Maret 2016.

” Korban LHH Sianipar melaporkan Ramadhan Pohan karena merasa ditipu, karena korban telah memberikan uang sebesar Rp.4,5 Milyar. Ramadhan Pohan bersama- sama dengan Savita Linda Hora Panjaitan membujuk korban
untuk menyerahkan uang dengan jaminan 1 (satu) lembar cek senilai Rp.4,5 Milyar guna mendukung Pilkada dan akan dibayar paling lama 1 minggu dengan imbalan akan diberi uang sebesar Rp.600 Juta, namun sampai saat ini cek tersebut tidak dapat dicairkan karena dananya tidak cukup,” ungkap Rina didampingi Kasubdit II Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Frido Situmorang, Kasubdit PID AKBP J. Manurung dan Kasubdit Penmas, AKBP MP Nainggolan.

Menurut Rina, dalam kasus ini, Ditreskrimum Polda Sumut melakukan penyelidikan dan melakukan pemanggilan kepada Ramadhan Pohan sampai 2 kali, namun terlapor tidak datang. Dan saat pemanggilan ketiga kalinya, penyidik juga mengeluarkan surat perintah membawa yang dikeluarkan oleh Ditreskrimum Polda Sumut.

” Oleh karena itu sekira pukul 22:00 WIB, kita jemput paksa di kediamannya di Jakarta,” ujar Rina.

Dalam kasus ini, menurut Rina, penyidik juga telah memeriksa 13 orang saksi yang sudah di BAP. Para saksi yakni Laurenz Henry Hamonangan Sianipar, RH Simanjuntak, Salomo Chandra Micael Sianipar, Savita Linda Hora Panjaitan, Muhammad Zuffi, Dian Navaro Nasution, Pedoman Sembiring, Boby Oktavianus, Citra Rosa Panjaitan (Bank Mandiri KCP S.Parman), Tagor Sitompul (Bank Mandiri KCP Imam Bonjol), Asti Riefa Dwiyandani, Ramadah Pohan dan Gunawan Kusuanto.

Adapun barang bukti yang dikumpulkan Poldasu yakni 1 lembar foto copy legalisir cek mandiri no. GC709078 tanggal 14 Desember 2015 senilai 4,5 M, 1 lembar foto copy legalisir cek SKP dari PT.Bank Mandiri cab.
S.Parman Kota Medan tanggal 12 Februari 2016, 1 lembar foto copy legalisir cek SKP dari PT. Bank Mandiri cab S.Parman Kota Medan tgl 23 Februari 2016, 1 lembar foto copy tanda terima uang sebesar Rp 4,5 M tanggal 18 Desember 2015, 1 lembar Invoice pemberian HP sebanyak 1074 unit.

” Dalam kasus ini, Ramadhan Pohan dijerat dengan Pasal 378 dan 372 KUHPidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” pungkas Rina mengakhiri.

 

(Laporan dari Podasu, MB-06)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2