Dua Gadis Remaja Asal Stabat Buat Laporan di Polsek Sunggal

Teks Foto: P dan A saat membuat laporan di Mako Polsek Sunggal. (Mus)

 

Medan Berita – Dua orang gadis remaja yang berasal dari Stabat, inisial P (17) dan A (16) warga Dusun I, Kampung lNangka, Desa Kepala Sungai Stabat, Langkat mendatangi Mako Polsek Sunggal, guna membuat laporan.

Pasalnya kedua gadis tersebut mengaku menjadi korban pencabulan diduga dilakukan oleh dua pelaku bermarga S dan T, Jum’at (30/09/2016) lalu, di Hotel Banda Agung (BA), Jln. TB. Simatupang, Medan Sunggal.

Akibatnya kedua gadis itu mengaku kehilangan perawannya tanpa ada perlawanan terhadap dua pria yang baru dikenal mereka.

Informasi yang diperoleh, ‎kedua korban P dan A yang masih duduk di kelas 1 SMK, saat itu hendak pulang sekolah, tiba-tiba didatangi kedua pelaku dan mengajak kedua korban untuk jalan-jalan dan makan siang, Jum’at (30/09/2016) siang.

” Aku baru dua bulan kenal sama dia (S), di pajak dekat rumah, trus dia ngajak jalan sama makan kemarin itu, karena ngak ada kawan, aku ajak A,” ungkap P.

Selanjutnya, kedua korban pergi bersama pelaku ke arah Medan, tanpa ada curiga, keduanyapun ikut para pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor.

” Aku ikut aja karena aku baru kenal sama orang itu, itupun karena diajak temanku P. Katanya mau makan siang sama jalan-jalan aja. Kami dibawa ke Medan dan kami ngak curiga pertamanya,” jelasnya.

Sesampainya di Kampung Lalang, Sunggal, kedua korbanpun dibawa kedua pelaku ke arah Pajak Melati, namun tak berselang lama, kedua sepeda motor tersebut dibawa masuk ke dalam Hotel Banda Agung (BA) yang berada di Jln. TB. Simatupang, Sunggal Medan.

” Tiba-tiba kami dibawa ke hotel itu, orang itu pesan dua kamar, kami ditarik-tarik, dipaksa masuk ke dalam kamar hotel itu. Kami dipaksa makanya ikut masuk,” ungkap A.

Di dalam hotel, kedua korban dipaksa menanggalkan pakaiannya dan meladeni nafsu bejat kedua pelaku, hingga keperawanan keduanyapun hilang dalam sekejab.

” Saya dipaksa bang sama dia (S-Red) makanya mau, cuma sekali aja digitukan,” ungkap P yang mengaku warga asal Riau dan tinggal di Stabat di rumah Familynya.

Sementara hal senada juga disampaikan A, dirinya dipaksa untuk menyerahkan mahkotanya kepada pelaku T‎ karena dipaksa di dalam kamar hotel.

” Dipaksanya bang, aku untuk gituan, cuma sekali aja digituin,” ungkap wanita berambut panjang.

Sekitar sejam di dalam hotel, kedua korban dipulangkan oleh kedua pelaku ke Stabat dan setelah kejadian itu keduanya menghilang tanpa jejak.

” Aku ngak tau dimana orang itu, karena baru kenal. Dia (S) katanya kerja di LBH Medan, kalau T, itu baru kenal kami,” ucap P.

Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri saat dikonfirmasi awak media mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan korban.

” Kita sudah menerima laporan kedua korban, dan sedang dalam penyelidikan,” ungkapnya.

(Laporan dari Medan Sunggal, MB-02)

 

 

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2