Gubsu Erry: Bea Cukai Strategis Dukung Iklim Usaha dan Investasi Daerah

Teks Foto: Gubsu (Tengah) saat foto bersama Kepala Kantor DJBC Sumut, Iyan Rubianto, Wakapolda Sumut, Brigjen Adhi Prawoto dan lainnya di ruang kerjanya, Senin (31/10/2016). (Il)

Medan Berita

Gubernur Sumatera Utara, HT. Erry Nuradi mengatakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumut memiliki peran strategis dalam mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara. Dia mengharapkan Kantor Wilayah DBJC Sumut dapat menyederhanakan prosedur kepabeanan dan cukai demi memperlancar logistik impor dan ekspor.

Hal itu disampaikan Gubsu saat menerima kunjungan Kepala Kantor DJBC Sumut, Iyan Rubianto beserta rombongan serta Wakapolda Sumut, Brigjen Adhi Prawoto di ruang kerjanya, Senin (31/10/2016). Gubsu meminta DJBC Sumatera Utara sebisanya mendukung terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif di Sumatera Utara melalui pelayanan kepabeanan yang prima.

” Melalui pelayanan kepabeanan dan cukai yang efektif dan sederhana, tentunya akan sangat menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan industri di Sumatera Utara. Kita berharap Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai Sumut bisa mendukung kelancaran logistik ekspor dan impor,” harap Gubsu.

Gubsu juga menyebutkan agar proses penanganan logistik atau waktu bongkar-muat (dwelling time) di Pelabuhan Belawan lebih baik melalui berbagai peningkatan efisiensi.

Kepala Kantor DJBC Sumut, Iyan Rubianto menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung perekonomian daerah melalui pemberian fasilitas dibidang kepabeanan dan cukai yang tepat sasaran. Salah satu hal yang sedang dalam perbaikan, adalah dwelling time yang sebelumnya mencapai lima hari saat ini sudah semakin efisien menjadi 3,2 hari.

” Dweling time berkaitan dalam rangka waktu bongkar container dari kapal sampai pelabuhan. Pak Presiden sempat marah karena masih ada hingga lima hari lebih, sekarang kita sudah semakin efisien yaitu 3,2 hari. Target Pak Jokowi adalah 3 hari, dan kita sejauh ini menuju kesana,” jelas Iyan.

Masih dijelaskannya, dengan dukungan Kepolisian Daerah Sumut, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepabeanan dan cukai untuk mendukung perekonomian daerah.

Dalam kesempatan itu, Iyan menyampaikan, perkembangan dan berbagai isu tentang kebaenan dan cukai di Sumut. Diantaranya adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Bandara Silangit menjadi bandara internasional dan pengembangan kuala tanjung menjadi hub port international untuk wilayah barat Indonesia yang membawa implikasi bagi pelayanan kepabeanan.

Dia juga menyampaikan, sampai Agustus 2016, pihaknya bersama tim gabungan melakukan penindakan terhadap 228 kasus yang terdiri atas narkotika 13 kasus, pakaian bekas 39 kasus, cukai illegal 56 kasus dan barang lartas lainnya 12 kasus.

Untuk kepabaenan, tercatat jumlah importir yang melakukan kegiatan impor di Sumut berjumlah 1.575 importir dengan komoditi utama BBM, Gandum, Bungkil, tanah liat, pupuk fosfat, pupuk NPK, besi/baja, kacang kedelai, beras dan pupuk kalium.

Sedangkan jumlah eksportir yang melakukan kegiatan ekspor di Sumut, lanjutnya berkata, sebanyak 1.118 eksportir dengan komoditi utama CPO, karet, asam lemak, bungkil, margarine, sabun, asam monokarbiksilat, pulp, minyak kelapa dan buah bertempurung.

(Laporan dari Medan, MB-03)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2