GMKI Adakan Aksi Solidaritas Korban Gempa di Bireun dan Pidie Jaya

Teks Foto: Logo GMKI. (Joel)

Medan Berita – Bencana Gempa 6,5 SR yang terjadi pada hari Senin (07/12/2016) di Kabaputen Bireun dan Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mengingatkan kita kembali pada bencana Gempa Tsunami Banda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 atau 12 Tahun silam. Bencana gempa ini juga sangat banyak memakan korban, baik dari aspek kemanusiaan atau infrasruktur serta bangunan.

Gempa 6,5 SR di Kabupaten Bireun dan Pidia Jaya Provinsi Aceh banyak korban meninggal dunia dengan 101 Jiwa, teridentifikasi 93 Jiwa, luka-luka 666 Jiwa dan jumlah pengungsi 43.613 jiwa (64 Titik).

Data ini diperoleh dari pusat informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Pidie Jaya, jumlah kerusakan Infrastruksur Mesjid 58 unit, Meunasah (Musholla) 88 unit, Rumah Warga 11.378 unit, Ruko 109 unit, Kantor Desa 5 unit, Jalan Lingkungan 14.800 M, Jembatan Desa 50 unit, Kantor Pemerintahan 4 unit, Sekolah 33 unit.

” Jumlah relawan yang terdata dari pusat informasi BNPB sebanyak 938 dari 65 Instansi/ Lembaga atau Organisasi. Dengan ini kami seluruh kader Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Wilayah I Sumatera Utara (Sumut) hingga – Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merasakan apa yang dirasakan saudara kami,” ungkap Koordinator Wilayah I GMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, ST kepada medanberita.co.id, Minggu (11/12/2016).

Lanjutnya berkata, GMKI yang tersebar di 11 Cabang di Sumut dan NAD diinstruksikan untuk membawakan dalam Doa ataupun Ibadah.

” Seluruh GMKI Se-Wilayah I (Sumut- NAD) yang ada di Medan, Kabanjahe, Kotacane, Sidikalang, P.Siantar, Tarutung, Sibolga, Sidempuan, Teluk Dalam, Gunug Sitoli dan Rantau Parapat diminta serentak melakukan Aksi Solidaritas untuk saudara kita Korban Bencana Gempa Aceh.

” GMKI Se-Wilayah harus Simpati dan Empati atas musibah bencana korban Gempa Aceh serta melakukan Aksi Solidaritas untuk saudara kita agar meringankan beban,” harapnya.

Swangro menambahkan, GMKI tidak boleh membeda-bedakan SARA, karena ini bukan persoalan Agama ataupun Suku. Tetapi, menurutnya, ini persoalan keutuhan ciptaan dan kemanusiaan, serta harus tetap berdamai dengan semua ciptaan dan berlandaskan Kasih.

” GMKI akan mengirim Relawan Kemanusiaan ke Aceh untuk membantu mempersiapakan dan meringankan kehidupan mereka sehari-hari. Agar saudara kami terkasih tetap dikuatkan Tuhan Allah karena mereka adalah bagian dari bangsa dan negara kita ini,” ucapnya.

GMKI juga, tutur Swangro, tidak lupa mengucapkan dan Menghormati tonggak sejarah hari Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang jatuh pada tanggal 10 Desember.

” PBB mengadopsi deklarasi universal HAM untuk kita semua dan guna menciptakan dunia yang lebih bebas dan setara,” pungkasnya.

(Laporan dari Medan, MB-07)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2