Sampai Hari Ini Pungli Hotel Sibayak Terus Berlangsung

Teks Foto: Hotel Sibayak Jalan Nibung Raya, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah No. 40. (MB)

 

Medan Berita

Meskipun berulang kali dilakukan razia di Hotel Sibayak, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah tampaknya tidak membuat gentar pengelolah untuk kembali membuka usaha “esek-esek yang dilakoninya dan terlihat sampai hari ini pengutipan liar (Pungli) di lokasi tersebut terus berlangsung.

Menurut pengakuan salah seorang pekerja seks komersial (PSK) yang mengaku namanya Ana (36) mengatakan, tidak menjadi rahasia umum lagi hal itu sudah terjadi dari dulu.

” Dari dulu udah bolak balik tempat itu bang dirazia, toh juga pungli disitu masih berlangsung sampai hari ini,” akuhnya kepada medanberita.co.id belum lama ini.

Ia menambahkan, tak hanya itu saja, ia menyebut, oknum kepolisian dan pihak terkait setiap harinya mendatangi lokasi yang dijadikan tempat pemuas nafsu birahi pria hidung belang tersebut.

” Oknum Polsek Medan Baru setiap malam mendatangi tempat itu, ada berpakaian preman dan ada juga pakaian dinas bang, ia biasalah bang untuk menerima jatah upeti yang diberi langsung melalui inisial B yang berperan sebagai pungli di tempat itu,” sebutnya.

Tarigan selaku manager hotel kelas melati tersebut mengaku sebelumnya saat disambangi awak media mengatakan, dirinya memberi dana segar tiap bulan ke Mapolsek Medan Baru.

” Untuk pihak Polsek Medan Baru aja, kita setor Rp.8 juta belum lagi anggota, petugas lain serta pihak Dinas terkait,” ucapnya.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Hendra Tri Yulianto saat dikonfirmasi medanberita.co.id melalui handphone selular, Jumat (21/07/2017) malam belum ada balasan namun saat dikonfirmasi awak media kembali, Selasa (25/07/2017) sore mengatakan, dirinya membantah hal tersebut.

” Nampaknya ada dendam terselubung ini. Tidak benar itu, mana mungkin Kapolsek terima Rp. 8 juta, kalau benar, sama kamu aja uangnya,” ucap mantan Kapolsek Helvetia dengan nada berang.

Sebelumnya, diketahui pungli di Hotel Sibayak berukuran 3 pintu dan berlantai 3 tersebut sudah lama beroperasi puluhan tahun dengan cara melakukan pengutipan pada setiap tamu yang berkunjung.

” Hari biasa Senin sampai Jumat, satu tamu dikenakan Rp.3.000 dan kalau hari Sabtu dan Minggu Rp.5000,” cetus Edi (39), salah satu pengunjung tempat tersebut saat ditemui awak media di lokasi.

Sementara menurut salah seorang mantan Pekerja Seks Komersial (PSK), Sri (37) mengatakan selama melakoni bekerja sebagai PSK di tempat itu, wanita berusia 30 tahun ini mengaku dirinya diwajibkan membayar sewa kamar ratusan ribu perhari.

” Serab kamar permalam aku harus bayar Rp. 150 ribu bang sama manager pak Tarigan, belum lagi bayar uang sprei, kipas angin dan Televisi dengan harga pervariasi dari mulai Rp. 5000 sampai Rp. 50.000. Kurang lebih ada 50 perempuan yang nyerab di tempat itu,” kata wanita bertubuh gempal ini.

Hal senada juga dikatakan Lina (37) mantan PSK di tempat penginapan tersebut mengatakan, sepengetahuan dirinya hotel tersebut dibekap sama mantan Anggota Dewan.

” Kayaknya udah semua orang tau bang, yang kelolah tempat itu pak LK. Dia dulu anggota Dewan di Sumut, makanya pihak terkait baik Polisi, Dinas Pariwisata, Kecamatan, Satpol PP tidak berani menindak tegas tempat tersebut dan kalaupun dirazia, toh tempat itu kembali buka meskipun tidak ada izin operasionalnya,” sebutnya.

Amatan di lokasi, terlihat sejumlah PSK dan pengunjung keluar masuk tempat tersebut.

(Laporan dari Medan, MB)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2