Dosen Unimed Ubah Sampah Menjadi Rupiah

Teks Foto: LPM Unimed Bersama Kalangan Ibu- Ibu Saat Menunjukkan Hasil Kerajinan Tangan Dari Sampah. (MB)

 

Medan Berita

Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) mengajak masyarakat Deli Tua untuk memanfaatkan sampah anorganik menjadi karya Seni Rupa dan Kerajinan.

Diketahui sampah anorganik merupakan sampah non hayati yang tidak dapat diurai oleh alam, seperti botol plastik, tas plastik, sachet plastik, dan lain-lain serta pembakaran sampah anorganik seperti plastik yang tidak sempurna dan gas yang dihasilkan akan terurai di udara menjadi dioksin, senyawa ini berbahaya jika terhirup oleh manusia.

Menyikapi kondisi tersebut, ketua pelaksana Tim LPM Unimed, Adek Cerah Kurnia Azis, Senin (07/08/2017) mengungkapkan, produksi sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik sebesar 5,4 juta ton pertahun setelah China dan Sumatera Utara termasuk daerah penyumbang sampah anorganik terbesar di Indonesia di luar jawa oleh karena itu dibutuhkan solusi yang benar-benar terukur dan bermanfaat bagi masyarakat.

“ Sehingga masyarakat tidak mengangap sampah tersebut sebagai bahan yang tidak memiliki nilai guna bahkan menjadi limbah. Maka dari itu program ini dibuat untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan sampah agar tidak menjadi limbah dan memiliki nilai ekonomi,” ungkap dosen Seni Rupa tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Deli Tua barat diikuti puluhan ibu-ibu yang nota bene merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan tersebut mengambil tema “Pemanfaatan Sampah Anorganik Menjadi Karya Seni Rupa dan Kerajinan.”

Kelompok PKH Andaliman, Kenanga, dan Mawar yang berasal dari keluarga kurang mampu menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini yang akan membuat aneka ragam tas, bunga, dompet dan keranjang dari bahan dasar sampah anorganik.

Sriwati yang menjadi ketua pada kelompok kegiatan ini, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh LPM Unimed.

“ Ibu-Ibu keluarga harapan cukup senang dengan pelatihan yang dilaksanakan oleh dosen Unimed, karena tidak hanya Ilmu yang diberikan Peralatan untuk membuat kerajinanpun disediakan oleh dosen-dosen tersebut sehingga kegiatan jauh dari kesan formal tapi langsung dirasakan manfaatnya karena produk langsung dapat dijual,” ungkap Sriwati peserta program keluarga harapan tersebut.

Untuk itu kedepannya LPM Unimed akan terus membina Ibu-Ibu PKH Andaliman, Kenangan, dan Mawar melalui pemanfaatan sampah anorganik, dimana akan dilakukan berbagai macam pengembangan karya Seni Rupa Kerajinan yang lebih bervariasi lagi, yang bisa diterima oleh pasar sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya dan mengurangi limbah tentunya.

(Laporan dari Medan, MB)

Please follow and like us:
0

Comments

comments

Enjoy this blog? Please spread the word :)