Terdakwa Rayana Simanjuntak Menganggap Dirinya Adalah Korban

Teks Foto: Terdakwa Rayana boru Simanjuntak Saat Memberi Keterangan di Depan Majelis Hakim. (MB)

 

 

Medan Berita

Sidang lanjutan perkara penggelapan uang Down Payment (DP) 179 unit Mobil APV, sebanyak Rp. 559.500.000 yang disangkakan terhadap Rayana Boru Simanjuntak, Terdakwa menganggap dirinya adalah korban.

” Uang itu adalah succes fee yang telah saya bagi-bagikan dan telah diterima masing-masing para pengurus dan karyawan dan dalam hal ini saya menganggap saya adalah korban,” ungkap terdakwa selaku mantan Ketua II KPUM saat memberikan keterangan nota pembelaan (Pledoi) dihadapan Majelis Hakim, Kamis (07/12/2017) di ruang Kartika, Pengadilan Negeri Medan.

Sementara Penasehat Hukum, Onan Purba, SH. CN. MKn dalam pembacaan pledoi, ia menyebut tuntutan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dianggap cacat hukum.

” Dalam dakwaan ada 4 Pasal antara lain Pasal 362, 372, 378, 374 namun Jaksa hanya mengenakan kepada Terdakwa Pasal 378, ancaman 3 tahun 6 bulan penjara. Dapat diartikan dakwaan dianggap cacat hukum,” bebernya.

Atas hal itu, Onan berharap majelis hakim agar membebaskan kliennya dari tuntutan.

” Kami minta Yang Mulia membebaskan Terdakwa Rayana Simanjuntak dari segala tuntutan Jaksa,” harap Pengaca terdakwa.

Onan juga menyebut, terkait keterangan sejumlah saksi dan tidak mengakui adanya penerimaan succes fee serta tidak mengakui tanda tangan masing-masing para saksi, pihaknya telah membuat laporan resmi.

” Mengenai sumpah palsu atau keterangan palsu para saksi, kita sudah melaporkan ke polisi,” cetusnya.

Setelah mendengar nota pembelaan, Majelis Hakim yang diketuai oleh Janverson Sinaga, SH. MH kemudian menutup persidangan dan akan dilanjutkan pekan depan.

(Laporan dari Medan, MB)

Please follow and like us:
0

Comments

comments


Parse error: syntax error, unexpected '<' in /home/medan891/public_html/wp-content/themes/colormag-pro/navigation.php on line 2