Dua Pelaku Curanmor Tabrak Warga, Akhirnya Masuk Sel

Medan Berita – Aksi pencurian yang dilakukan kedua resedivis akhirnya terhenti dibalik jeruji besi. Dari pengakuan yang pelaku di Mapolsek Delitua pada Kamis (02/12/2015) sekira pukul 13.00 WIB. Keduanya masing-masing adalah Roni Rinaldi (19) warga Jalan Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor dan Dolly Perendik Mekel Nasution (19) warga Jalan Karya Jaya Gang Karya XII, Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor.

Awal cerita Roni, aksi mereka terjadi pada Jumat (20/11/2015) lalu, dirinya membonceng Dolly berkeliling untuk mencari mangsa,

“ Gak ada lagi duit kami, makanya kami keliling cari kereta,” ucapnya.

Lanjut dikatakannya bahwa mereka berdua adalah pecandu berat terhadap narkoba jenis sabu, jika tidak mempunyai uang alhasil keduanya bersama-sama mencari dana untuk membeli barang haram tersebut.

“ Kami ke Jalan Karya Wisata, disana kami curi kereta orang yang di garasi,” terang Roni lagi.

Komplotan itu mengintai sebuah kereta yang didalam garasi yang terlihat dari luar di Jalan Karya Wisata Gang Wisata 3, Kelurahan Pangkalan Mahsyur, Kecamatan Medan Johor, disana Dolly yang bertugas sebagai eksekutor turun melihat apakah garasi terkunci, sayangnya pemilik lupa menguncinya.

“ Aku yang masuk kesana, pake kunci T kuambil keretanya,” terang Dolly.

Dolly mengambil kereta jenis Honda Supra 125 X dengan nomor polisi BL 3166 JK, perlahan ia mengeluarkannya agar tidak ketahuan dan berhasil. Roni yang berperan sebagai pengawas melihat sekeliling tidak melihat adanya tindakan yang membahayakan mereka. Setelah aman, Roni mempersilahkan Dolly keluar. Warga yang melihat kejadian teriak maling.

Roni pun mengarahkan kereta curiannya ke Jalan Karya Wisata dan Dolly menuju ke Jalan Karya Jaya, keduanya berpencar dan berjanji bersua kembali di Jalan AH Nasution. Dolly yang mengendarai kereta curian sudah terlebih dahulu mencapai tempat yang dijanjikan. Tunggu punya tunggu temannya beraksi tidak datang, ternyata ia sudah kecelakaan di Jalan Karya Wisata.

“ Kutunggu-tunggu dia gak datang, rupanya dia tabrakan di Jalan Karya Wisata,” terang Dolly.

Roni yang menabrak seorang warga menjadi bulan-bulanan warga. Kebetulan polisi sedang melintas dan mengintrogasinya tentang kelengkapan surat berkendaraan. Melihat gelagat yang mencurigakan, ia digeladang ke kantor polisi. Dan benar saja bahwa ia mengakui kejahatannya.

“ Anggota yang patroli mengamankan Roni karena tidak mempunyai surat,” terang Iptu Jonathan SH.

Lanjut dikatakan Kanit Reskrim Polsek Delitua bahwa tak berapa lama datang korban pencurian membuat laporan. Roni ditetapkan sebagai tersangka dan Dolly menjadi buron dalam aksi serupa.

Sementara itu Dolly yang merasa temannya sudah ditangkap, langsung menjual kereta curiannya kepada K (DPO). Senilai Rp 1,2 juta barang panas itu dihargai. Uang hasilnya digunakan Dolly untuk menyabu,

“ Uangnya untuk beli sabu,” ungkap pengangguran itu. Dalam waktu yang tidak begitu lama, ia pun disergap oleh polisi yang diberitahu oleh Roni.

“ Kita jerat keduanya dengan KUHPidana Pasal 363 ayat 2, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tandas Jonathan.

 

(Laporan Dari Delitua, MB-7)

Teks Photo : Iptu Jonathan (kiri) saat mengintrogasi kedua pelaku, Roni (tengah) dan Dolly (kanan di mako Polsek Delitua.

Comments

comments

Pos terkait