Enam Bulan Berlalu,  Pelaku Pengrusakan Masih Berkeliaran

Medan Berita – Hingga saat ini, jajaran Kepolisian sektor (Polsek) Namorambe, Polres Deliserdang, masih membiarkan MB (50) tersangka pelaku pengrusakan bebas berkeliaran. Padahal, korban Piyanta Beru Sitepu (45) yang mengaku sekira 2000 batang keladi sayur miliknya, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Namorambe sekira 6 bulan lalu.

Kabarnya, MB masih tetap bebas berkeliaran di tempat tinggalnya di Desa Kuta Tualah, Kecamatan Namorambe. Bahkan, didalam percakapan di sebuah warung kopi, MB sering mengatakan kalau Kapolsek Namorambe AKP
H.Simanjuntak, S.Sos tidak akan pernah berani menangkap dirinya.

Muat Lebih

banner 728x90

” Dia masih mondar-mandir dikampung ini. Bahkan Martin Barus mengaku tidak pernah takut berurusan dengan Polsek Namorambe. Dia juga sering merendahkan marwah Polsek Namorambe di sebuah warung kopi kalau sedang
berbicara masalah kasusnya,” kata salah satu warga Desa Kuta Tualah yang namanya minta tidak disebut, kepada kru media ini, Jumat (11/12/2015) siang.

Lanjut dikatakan, kalau dilihat dari bahasanya, bukan hanya marwah Polsek Namorambe yang telah direndahkan. Namun juga ikut merendahkan martabat Kapolres Deliserdang AKBP M.Edi Faryadi, SH, Sik, Kapoldasu Irjen Pol. Drs Ngadino bahkan nama baik institusi kepolisian Republik Indonesia.

” Tapi kalau saya dengar nada bicaranya, memang benar adanya. Buktinya, hingga saat ini Polsek Namorambe tidak berani menangkapnya,” beber pria paruh baya berambut ikal tersebut.

Ditempat terpisah, korban Piyanto Beru Sitepu mengaku sangat menyesalkan kinerja Polsek Namorambe yang tidak kunjung menangkap tersangka perusakan tanaman keladi sayur miliknya. Padahal akibat ulah pelaku, korban mengaku merugi hingga mencapai Rp 20 juta.

Kepada wartawan, Piyanto Beru Sitepu sangat berharap agar Kapolres Deliserdang dan Kapoldasu, memperhatikan kasus pengerusakan yang menurutnya sengaja diendapkan oleh penyidik Polsek Namorambe.

” Saya sangat berharap agar Kapolres Deliserdang AKBP.M Edi Faryadi, memperhatikan laporan saya. Sudah hampir 6 bulan berlalu, berkas saya belum juga dilimpahkan ke Jaksa. Tersangkanya juga belum ditangkap,”
beber Piyanta sedih.

Menurut penuturan Piyanta, kekecewaanya terhadap kinerja Polsek Namorambe sudah mencapai stadium akhir. Pasalnya, ketika korban hendak memeprtanyakan perkembangan kasus laporanya, Selasa (01/12/2015) siang kemarin kepada Kanit Reskrim Ipda Teman Sitepu, SH, Ipda Teman Sitepu, SH malah mengatakan kalu berkas laporan tersebut tidak terlihat lagi di Polsek Namorambe.

Demikian juga ketika Piyanta Beru Sitepu mempertanya kapan berkas laporanya akan dikirim ke Jaksa kepada Kapolsek Namorambe AKP H.Simanjuntak, S.Sos, Senin (07/12/2015) pukul 10.30 WIB. Mantan Kanit Sabhara

Polsek Delitua ini malah menyuruh Piyanta BERU Sitepu agar langsung membawa berkas laporanya ke jaksa.

” Sudah gak betul lagi kinerja Polsek Namorambe itu. Saya ditengang kesana kemari seperti bola. Saya menduga pelakunya sudah memberi segepok uang,” tutur Beru Sitepu mengakhiri.

Lain halnya ketika awak media melakukan konfirmasi terhadap AKP H.Simanjuntak, SH, Senin (07/12/2015) pukul 12.45 WIB. Dari sebrang telepon, AKP H Simanjuntak pun meminta kepada wartawan agar mencari keberadaan
tersangka, agar dia segera menangkapnya.

” Bapak tau dimana rupanya keberadaan si Martin itu, biar kita tangkap dan diserahkan ke jaksa,” kata Simajuntak saat itu.

 

(Laporan Dari Polsek Namorambe, MB-7)

 

Comments

comments

Pos terkait