Disuruh Jaga eh Malah Tidur, ia Larilah Tahanan

example banner

Medan Berita – Akibat kelalaian petugas jaga, seorang tahanan bernama Tamba Pandapotan Pasaribu alias Budi Sofian Hadi (40) warga Jalan Kongsi, Mariendal, Kecamatan Patumbak Polsek Biru Biru, Polres Deliserdang terpaksa melarikan diri,

Tersangka yang diketahui sebelumnya dikenakkan kasus curanmor berhasil ditangkap warga di Dusun 5 Mandai Angin, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru Biru, Sabtu (26/12/2015) sekira pukul 17.30 wib kemarin, berhasil kabur saat menjalani perawatan di Puskesmas Biru-Biru, Rabu (30/12/2015) dinihari hingga membuat heboh masyarakat Biru Biru.

Bacaan Lainnya

Diduga Tamba telah merencanakan kabur dari rumah sakit. Soalnya, pada hari sebelumnya, Tamba selalu ditemani istrinya dalam kondisi terbaring diatas tempat tidur untuk memulihkan luka di sekujur tubuh akibat dipukuli massa. Namun pada sore hari sebelum tersangka kabur, kuat dugaan ia telah menyuruh istrinya duluan pulang.

” Sejak opname di puskesmas, ia selalu ditemani istrinya. Tapi semalam sore, istrinya tidak lagi menemani. Padahal kondisinya masih lemah. Dan harus dipegangi kalau mau ke kamar mandi,” terang salah satu bidan yang namanya
minta dirahasiakan kepada awak media ini.

Lantas, begitu ada kesempatan ketika melihat seorang petugas jaga Bripda Fahri sedang tertidur pulas, pelaku langsung kabur lewat pintu belakang puskesmas.

” Padahal, jarum infus masih terpasang ditangannya,” sebutnya sambil berlalu.

Kaburnya tahan kasus curanmor tersebut, dituding akibat kelalaian Kapolsek Biru Biru, AKP Benyamin Pakhpahan. Pasalnya, selaku pemegang komando yang telah dipercayakan, AKP Benyamin Pakhpahan dikabarkan jarang masuk kantor.Seperti halnya pada saat malam kejadian. AKP Benyamin Pakhpahan disebut tidak berada di Mapolsek Biru Biru.

” Mana mungkin seorang Polisi mampu menjaganya 24 jam. Polisi itu juga manusia yang merasa capek dan butuh istirahat. Kalau menurut saya, kaburnya tahanan itu mutlak kesalahan kapolseknya yang tidak bisa mengatur dan
mengontrol anggotanya,” terang R Barus (43) salah satu warga Biru Biru ketika dikonfirmasi wartawan.

Lanjut dikatakan, seharusnya Kapolsek Biru Biru jangan menganggap remeh dan sejatinya harus jeli dalam menanggapi suatu permasalahan. Apalagi, pelaku curanmor tersebut yang menangkap adalah masyarakat bukan anggotanya.

” Kalau saran saya, tersangka itu harusnya dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara. Bukan di Puskesmas. Saya rasa Kapolsek kurang jeli menanggapi keamanan kelas sebuah puskesmas,” bebernya.

Ditempat terpisah, Kapolres Deliserdang M Edi Faryadi SH Sik ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Rabu (30/12/2015) sekira pukul 14.00 wib membenarkan kalau seorang tahanan Polsek Biru Biru berhasil kabur saat
dirawat di Puskesmas. Pun demikian, kapolres Deliserdang optimis kalau tersangka akan kembali berhasil ditangkap.

” Harus ditangkap” kata Edi Faryadi.

Ketika dikonfirmasi lebih jauh, Kapolres Deliserdang juga mengatakan akan melakukan tindakan tegas jika ada anggotanya lalai dalam menjalankan tugas.

” Sedang dalam proses pemeriksaan provost Polres. Jika terbukti ada anggota yang lalai, akan di kenakan sanksi hukuman,” sebutnya.

(Laporan Dari Deliserdang, MB-7)

Loading…

Comments

comments

Pos terkait