Tak Tauh Sebab, Kepala Bocah 13 Tahun Pecah Ditendang Paman

example banner

Medan Berita – Ada-ada saja perbuatan seorang paman yang satu ini, pasalnya meskipun tak tau sebab, kepala bocah usia 13 tahun bernama Agung warga Perumahan Residen Roranita Desa Suka Maju Kecamatan Sei Mencirim Kabupaten Deli Serdang ini pecah ditendang pamannya sendiri, Senin (04/01/2016) sekira pukul 20.00 WIB.

Informasi dan data diperoleh di Mapolsek Sunggal menyebutkan, sebelum kejadian awalnya korban sedang asik menikmati makan bakso, tiba-tiba saja pamannya yang di sebut bernama Alan Jepri Siregar (40) warga yang sama datang menghampiri korban dan spontan menendang korban,” ucap Efi Masdiana Siregar yang mengaku saudara korban kepada medanberita.co.id di Kantor Polisi.

” Pastinya apa penyebab di tendangnya korban ini saya tidak tau, Namun saya melihat tiba-tiba saja pelaku menendang korban hingga terpental ke tembok, dan terjatuh kelantai kemudian mengeluarkan darah segar dari bagian kepalanya,” ungkap saksimata.

Mengetahui korban telah terkapar di lantai dan darah segar terus mengalir dari kepala korban, selanjutnya masih dijelaskan Efi, dengan ditemani keluarga kemudian korban dilarikan ke sebuah klinik terdekat.

” Kamipun melarikannya ke Klinik terdekat, akhirnya korban mendepat pertolongan dengan 5 jahitan di kepalanya,
selanjut kami kemari (Mapolsek Sunggal Red) untuk membuat laporan,” pungkasnya.

Evi kembali menjelaskan dirinya merasa terharu atas kondisi korban saat ini dan mengatakan.

” Lihat itu bang, kasihan kali kami melihatnya, tadi keponakan saya itu muntah-muntah, yang mana ayahnya diketahui telah meninggal dan mamaknya pergi ke Malaysia, dia (korban Red) tinggal bersama saya,” jelas Efi.

Ketika kembali ditanya harapannya, Efi meminta petugas kepolisian agar segera menangkap pelaku dan di hukum yang setimpal, apalagi korban ini masih anak di bawah umur,” harapnya.

Terkait laporan korban, Petugas SPKT Aiptu Syahrul di dampingi Aiptu K.Sitorus mengatakan, sementara pengaduan korban telah diterima, Namun dikarnakan korban tidak membawa bukti-bukti yang mendukung, seperti Visum dari Dokter, Akte Kelahiran, Kartu keluarga, atau surat keterangan kepala Desa maka prosesnya pengaduannya ditunda terlebih dahulu.

” Ya, sudah kita arahkan mereka, agar besok atau Hari Rabu datang, untuk membuat laporan secara resmi, karena korban itukan masih di bawah umur,” jelas petugas SPKT.

(Laporan Dari Polsek Sunggal, MB-1)

Teks Foto : Korban Saat di Mapolsek Sunggal. (Elin Sahputra Lubis)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait