Istri Menduga Ada Skenario Dalam Tewasnya Tertuduh Pembobol Rumah‬

example banner

‪Medan Berita – Tewasnya Muhamad Syarif Zailani Siregar (41), warga Jalan Garu VI, Gang Musholla No. 8- E, Kel. Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas‬ yang tertuduh sebagai pelaku pembobol rumah masih menyisakan tanda tanya dalam benak keluarga. Sebab, Keluarga menilai kematian Syarif telah dikondisikan pihak yang tidak bertanggung jawab.‬

‪Hal ini terungkap setelah wartawan menyambangi kediaman istri kedua Syarif, yakni Reni Fransiska (35), berada di Dusun II, Kampung Banten, Desa Patumbak I, Kecamatan Patumbak, pada Selasa (05/01/2016), sekira pukul 14.00 Wib. Dikediaman itulah Syarif dan Reni tinggal bersama mertua dan 3 anak tirinya, yang masih satu bulan menetap disana.‬

‪” Suami saya itu tidak pernah mencuri, ini jelas dia dikondisikan karena pas dia keluar rumah ada yang menelponnya,” ungkap Reni saat itu.‬

‪Reni bertutur, bahwa dirinya jelas merasa banyak keganjilan dalam kisah tragis yang menimpa suaminya, yang terjadi, pada Minggu (03/01/2016) lalu.‬

‪Sebab katanya, saat meninggalkan rumah Syarif berniat untuk menjemput anaknya dari istri pertamanya bernama Diana, yang kebetulan datang dari Sibolga.‬

‪“ Saat pergi, Syarif berpamit pada ibu saya untuk pergi mau melihat anaknya Ihsan yang berumur 10 tahun dari istri pertamanya,” kata Reni kepada wartawan yang diaminkan Suana (59) mertua Syarif.‬

‪Padahal, Reni sudah berdetak dalam hatinya ada sesuatu yang akan terjadi, namun dirinya tidak sempat melarang Syarif untuk pergi lantaran, suaminya itu pergi tanpa pengetahuannya.‬

‪Syarif saat itu berangkat keluar dengan menggunakan kereta Mio Z BK 4632 warna merah hitam milik mertuanya, tak lama berselang 10 menit datang lagi panggilan dari hape milik Syarif kepada Reni. Yang mengabari bahwa Syarif sudah dikepung warga karna dituduh mencuri.‬

‪Hatinya semakin berdegup kencang mengetahui suami yang telah dinikahinya dua tahun yang lalu sedang terkena masalah. Dengan segera ia menuju tempat yang dimaksud, Jalan Patumbak-Amplas, perbatasan Antara Desa Patumbak 1, dan Desa Patumbak ll, persisnya di areal tanah garapan, PTPN ll, Perk. Patumbak, Kecamatan Patumbak. Benar saja, dilokasi sudah ada sekira 30 orang yang mengepung suaminya.

“ Aku pergi kesana sama sepupu, sudah ada 30 orang disana yang sudah menahannya,” ungkapnya.‬

‪Merasa suaminya sedang tersudut ia mencoba membantu dengan mengatakan bahwa jika Syarif bersalah maka tempat yang benar adalah kantor polisi sebagai tempat penyelesaian. Namun dengan adanya suara dari kerumunan yang berteriak,

“ Matikan saja,” suara warga yang mengelilingi suaminya membuatnya perasaannya menjadi tidak karuan. Parahnya lagi kata Reni, Rika yang mengaku pemilik rumah yang dibobol meminta untuk Syarif dimatikan saja.‬

‪Tapi ia tetap berusaha mengarahkan jika memang suaminya terbukti melakukan pencurian seperti yang dituduhkan Reni meminta bukti hal itu, ibu tiga anak itu disodorkan kunci leter T, kunci dan gembok yang masih baru. Ia bersikukuh suaminya tidak mungkin melakukan hal itu karena tujuan pergi keluar adalah untuk menjemput anaknya, Ihsan.‬

‪Merasa kalah dalam berargumen dengan massa, ia memilih untuk pulang dan berencana membawa jiran tetangga untuk menguatkan pernyataannya.‬

‪Reni memacu keretanya secepat mungkin untuk membawa orang yang dimaksudnya ke lokasi untuk menolong suaminya. Sesampainya di lokasi ternyata massa sudah semakin banyak dan penganiayaan kepada Syarif sedang terjadi. Berbekal alat yang ada disekitar massa menghakimi sepihak atas tuduhannya.‬

‪Ratusan warga yang berupaya memberikan pukulan kepada Syarif bagai kesetanan dan disana pulalah ia meregang nyawa.‬

‪“ Cobalah pikir, mana mungkin dalam tempo 10 menit warga sudah ada yang berkumpul disana dengan tuduhan kalo almarhum (Syarif) masuk mau mencuri,” kesalnya.‬

‪Ia menambahkan hal itu seperti sudah direncanakan untuk ‘mengerjai suaminya.‬

‪“ Waktu ditelpon sempat dibilangnya ada yang menyuruh dia menunggu disitu, kalo ada yang nanya bilang saja keluarga Baim. Si Baim itu belum pernah aku jumpa tapi kucari tahu dia tinggal di Kampung Cinta Damai,” terang Reni.‬

‪Lalu anehnya lagi, kata Reni rumah awal yang dirasa tempat pencurian itu adalah gubuk, namun setelah Reni kembali lagi warga tuduhan rumah yang dicurinya itu berpindah rumah yang dirasa tempat pencurian Syarif kesebelahnya yang menjadi rumah permanen. Ironisnya dalam pengakuan warga yang ditanya bagaimana suaminya bisa berpindah tempat yang awalnya didepan digubuk menjadi didepan rumah permanen itu dengan cara diikat dan ditarik menggunakan mobil.

“ Diikat, ditarik pakai mobil, penjahat apa rupanya suamiku,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.‬

‪Disuasana yang penuh duka ia membeberkan perlakuan tidak manusiawi yang diderita suaminya tidak berhenti sampai disitu, Reni melihat langsung Syarif juga dipukul pada bagian kemaluannya dengan tebu hitam.‬

‪“ Katanya ada ilmu pegangan suamiku, makanya dipukul kemaluannya pakai tebu hitam sama dukun yang disana, dukunnya perempuan, kan sudah jelas berarti ada yang mengondisikan sampai – sampai ada orang tau suamiku punya pegangan, berarti kawannya yang saya rasa mengondisikan tapi kita tidak tau siapa,” katanya lagi.‬

‪Dirinya berharap kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini.

“ Semoga cepat polisi mengungkap kasus ini,” harap Reni.‬

Informasi yang didapat, terduga Pelaku akhirnya tewas dimassa ratusan warga Desa Patumbak ll.

Pria yang mempunyai dua istri dan satu anak ini tewas ditempat kejadian, setelah dipukuli balok dan batu oleh warga, atas kenekatannya membobol rumah milik Barokudin Tarigan (54), yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil, warga Jalan Pertahanan Patumbak, Pasar V, Desa Patumbak ll, Kecamatan Patumbak‬, yang sebelumnya ditinggali karena pergi undangan, pada Minggu (03/01/2016) sekitar pukul 15.30 Wib.

(Laporan Dari Patumbak, MB-1)

 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait