Gelar Mediasi, Tuntutan 23 TKI Asal Sumut Belum Juga Terealisasi

example banner

Medan Berita – Pasca kepulangan 23 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumut yang sempat diduga ditipu diserawak Malaysia oleh agen PJTKI PT.Satria Parang Tritis (SPT) yang beralamat di Jalan Gaperta Medan, akhirnya BP3TKI Medan menggelar pertemuan mediasi antara pihak TKI dan PJTKI PT.SPT di kantornya Jalan Mustafa Medan, Rabu (06/01/2016) siang, namun tuntutan 23 TKI belum juga terealisasi.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pantauan medanberita.co.id, dalam pertemuan mediasi tersebut tampaknya belum membuahkan hasil kesepakatan, dikarenakan PJTKI PT.SPT tidak bisa memenuhi seluruh tuntutan 23 TKI dalam pertemuan yang dimulai sejak pukul 13.30 Wib.

Mediasi yang dipimpin oleh Rizal Saragih Rizal Saragih selaku Kepala Seksi Perlindungan Dan Pemberdayaan TKI pada kantor BP3TKI Medan didampingi Suyoto, SH Kordinator Lapangan Bandara KNIA, Moh Fuat Wayudi dan Lisnawati selaku Mediator.

Sementara dari pihak TKI yang hadir sebanyak tujuh orang, para TKI didampingi kuasanya dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara.

Sedangkan pihak PJTKI PT.SPT dihadiri oleh Haris Selaku Pimpinan Pusat PT.SPT didampingi Erika Boru Sembiring selaku Kepala Cabang PT.SPT Medan beserta tiga orang Stafnya.

Dalam pertemuan tersebut, 23 TKI melalui Willy Agus Utomo selaku Sekretaris FSPMI Sumut yang merupakan kuasa para TKI, menyampaikan beberapa poin tuntutan.

” Dalam pertemuan ini kami meminta agar PT.SPT membayar sisa upah terakhir para TKI yang bekerja selama dua minggu, Meminta agar PT.SPT memberikan dana kompensasi pada TKI guna biaya kepulangan ke daerah masing-masing dan meminta agar dokumen para TKI seperti ijazah, KTP, Kartu Keluarga yang sempat ditahan SPT segera dikembalikan,” ucapnya.

Willy juga meminta agar BP3TKI Medan lebih teliti lagi dalan mengawasi agen-agen PJTKI yang ada di Medan.

” Kita juga minta kepada BP3TKI selaku badan pengawasan TKI dapat memantau lebih cermat lagi terhadap agen-agen penyalur TKI, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Menjawab tuntutan para TKI, Pihak PT.SPT melalui Haris menyampaikan bahwa pihaknya belum bisa memenuhi seluruh tuntutan TKI dan banyak mengalami kerugian baik moral dan materil yang besar, hal ini dibuktikan banyaknya pemberitaan yang buruk terhadap perusahaannya, bahkan menurutnya ratusan TKI yang harusnya diberangkatkan jadi tertunda akibat masalah ini dan oleh karena itu pihaknya berharap para TKI dapat memaklumi keadaan pihak perusahaan.

” Saat ini kita belum bisa menerima seluruh tuntutan TKI, tapi kalau soal dokumen akan kita kembalikan segera,” jelas Haris.

Hal senada juga disampaikan oleh Erika selaku kepala cabang PT.SPT Medan, dirinya meminta pengertian TKI dan pihaknya siap berdamai dengan membayar biaya transportasi para TKI untuk pulang ke daerah asal masing-masing.

” Kita sangat sulit saat ini, kalau pak Willy menuntut sisa upah mereka lagi, bisa tutup SPT pak, begitupun kita akan bantu ongkos pulang TKI ke daerah mereka, mungkin itu saja yang bisa,” ucap Erika.

Menyikapi hal tersebut, para TKI menolak tawaran pihak PT.SPT, mereka menyatakan tetap pada tuntutannya, hingga akhirnya pihak BP3TKI Medan melalui Rizal Saragih pada pertemuan tersebut mengambil sikap menunda kembali pertemuan mediasi untuk satu minggu kedepan, dirinya juga berharap agar pada pertemuan nanti para pihak dapat bersepakat hingga persoalan ini cepat selesai.

” Kita simpulkan hari ini berdasarkan arahan bapak kepala BP3TKI Medan, pertemuan hari ini belum ada kata sepakat, kita tunda pertemuan kedua pada tanggal 14 Januari 2016, kita berharap karena ini mediasi para pihak juga bisa komunikasi diluar pertemuan ini secara kekeluargaan, sehingga ketika pertemuan kedua jumpa sudah ada kesepakatan yang baik bagi kedua belah pihak,” tutup Rizal mengakhiri sidang mediasi.

(Laporan Dari Medan, MB-14)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait