Ketua LSM Penjara : Selama Jabat Kasi Pidsus, Satu Kasus Diungkap, Empat Lagi Kapan ?

example banner

Medan Berita – Acungan jempol layak diberikan kepada Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Medan, Haris Hasbullah, atas penetapan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provsu, Masri sebagai tersangka.

Pasalnya, sebelumnya pada 30 November 2015 lalu, Kejari Medan Medan hanya melakukan penahanan terhadap Kepsek SMK Negeri Binaan Provsu Muhammad Rais, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kasubbag Tata Usaha SMK Negeri Binaan Provsu Riswan, SPd selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pengadaan peralatan mesin untuk praktek di sekolah tersebut.

Meski begitu, saat ini tetap saja masih banyak kalangan yang menyayangkan kinerja Kasi Pidsus Kejari Medan, Haris Hasbullah, SH.MH.

Apa yang membuat banyak kalangan menyayangkan kinerja Haris Hasbullah tersebut ternyata, sampai saat ini masih ada beberapa kasus dugaan korupsi lainnya yang ditangani oleh Kasi Pidsus Kejari Medan yang belum terselesaikan.

Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Atur P.Panggabean mengatakan, selama kurun waktu satu tahun menjabat sebagai Kasi Pidsus Kejari Medan, ada lima kasus dugaan tindak pidana korupsi yang ditangani Pidsus Kejari Medan bernilai puluhan miliar, yang sampai saat ini belum juga terselesaikan dan tidak jelas proses hukumnya.

” Baru kasus dugaan korupsi di SMK Negeri Binaan Provsu itu aja kasusnya yang sampai dipersidangan. Yang empat lagikan belum, itu kapan ?, belum jelas proses hukumnya,” ujar Atur.

Oleh karena itu untuk menjadi perhatian dan menjadi pekerjaan rumah bagi Kajari Medan, saat ini ada empat kasus dugaan korupsi lagi yang belum tuntas ditangani oleh Kasi Pidsus Kejari Medan Haris Hasbullah itu.

Seperti, kasus dugaan korupsi kredit fiktif koperasi PDAM Tirtanadi Sumut pada Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Iskandar Muda senilai Rp 30 miliar.

Dugaan korupsi proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Willem Iskandar Pancing, Kecamatan Medan Tembung Distarukim Sumut TA 2014 senilai Rp 900 juta.

Dan kasus dugaan korupsi penyertaan modal di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan senilai Rp 9 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan TA 2012. Serta penyelidikan kasus Peremajaan Armada Umum Medan, dengan nilai anggaran sebesar Rp 21 miliar .

” Sudah saatnya Kajati Sumut, M Yusni melakukan evaluasi kinerja Kasi Pidsus Haris Hasbullah, karena jika terus dipertahankan, nantinya akan merusak tatanan hukum di Republik Indonesia ini,” ujar Atur.

Apalagi menurut Atur Panggabean, berdasarkan data ICW Tahun 2015, terdapat 51 kasus korupsi di Sumut termasuk Kota Medan yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun.

” Demi penegakan supremasi hukum khususnya dalam penanganan kasus korupsi, Kajatisu harus mencopot Haris Hasbullah sebagai Kasi Pidsus yang prestasi sangat minim,” tandasnya.

Hingga pemberitaan ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Haris Hasbullah terkait ke empat kasus dugaan korupsi yang belum terselesaikan bernilai puluhan miliar tersebut.

(Laporan Dari Medan, MB-17)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait