Camat Hadang Pengangkutan Tanah Merah Ilegal

example banner

Medan Berita – Camat Patumbak, Mhd. Arsul SH,Msi, kembali melakukan penghadangan terhadap mobil berat jenis interculer yang mengangkut tanah merah dari galian C ilegal berada di Desa Ajibaho, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (13/01/2016), sekira pukul 15.30 WIB.

Kali ini mobil berat dari galian C ilegal yang dihadang milik Jimbo. Sebelumnya Mhd, Arsul telah menghadang dump truk pengangkut tanah dari galian C ilegal milik Kasianto yang berada di Jalan Pertahanan Patumbak, Pasar ll, Dusun ll, Desa Patumbak ll, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, persisnya berada di areal eks HGU, PTP ll, Perkebunan Patumbak.

Interculer dengan No. Pol. BK 8894 BE pengangkut tanah merah dan tanah putih dari galian ilegal tersebut diberhentikan camat saat melintas di Jalan Pertahanan Patumbak, tepatnya berada persis didepan Mapolsek Patumbak.

Pantauan medanberita.co.id dilokasi, terlihat mobil berat yang melintas bermuatan tanah merah diberhentikan oleh Mhd, Arsul untuk mempertangung jawabkan keabsahan tanah yang diangkut, saat itu sempat bersitegang dengan supir sehingga menimbulkan kemacetan di jalanan tersebut.

Camat mengatakan penghadangan dilakukannya sebagai bentuk tanggung jawab camat pada masyarakat yang sudah resah dengan keberadaan galian C ilegal. Sebab, dengan kehadiran mobil berat pengangkut hasil dari galian C ilegal dapat merusak jalan yang baru saja diperbaiki pemerintah.

” Kita berharap pihak kepolisian juga dapat berkerja sama untuk menindak kegiatan-kegiatan ilegal di wilayah hukum Polsek Patumbak,” kata Asrul kepada wartawan.

Disinggung sangsi apa yang diberikan kepada pihak supir mobil berat galian ilegal nantinya, camat menyarakan pihak media untuk mempertanyakan kepada pihak kepolisian.

” Masalah hukum pelanggaran silahkan awak (media), tanyakan sama pak polisi,” cetusnya seraya pergi meninggal lokasi. Sementara truck yang sebelumnya diberhentikan dipersilahkan pergi setelah mendapat peringatan dari camat.

Terpisah pemerhati lingkungan, Fajar ST saat diminta tanggapan terkait penghadangan truck galian C tersebut mengatakan, dari segi ketegasan yang dilakukan camat sebagai pejabat kecamatan bisa dikatakan benar.

Namun, tidak salah seharusnya Camat berkoordinasi dengan aparat yang berwenang melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang setiap bulannya diadakan di kantor kecamatan terlebih dahulu.

” Yah kalau penyetopan jalan tersebut karena takut menyebabkan rusaknya jalan ya dipasang portal, dan itupun harus ada izin dari pihak terkait lagi, dilihat apakah itu jalan provinsi atau kabupaten,” tandasnya.

(Laporan Dari Patumbak, MB-7)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait