Calon Tersangka Baru BNN Gadungan Akan Melarikan Diri ke Malaysia

example banner

Medan Berita – Masih dalam perkembangan kasus BNN gadungan yang ditangani Polsek Sunggal, ada orang banyak yang terlibat dalam berbagai kejahatan. Menurut pengakuan seorang yang mengenal tersangka Gilang Maulana sebagai sekretaris jenderal Badan Anti Narkoba Indonesia (BANI) dan komplotannya.

” Kenal saya dengan dia, tinggal di Jalan Medan-Binjai Gang Gembira,” ucap pria bertopi, Jumat (15/01/2016) sekira pukul 16.00 WIB di Jalan Medan-Binjai Km 10,5, Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Selain itu, pria yang tidak mau namanya disebut itu juga siap membantu membongkar siapa saja komplotan yang sudah meresahkan warga tersebut.

” Saya siap membantu, sudah banyak yang menjadi korban sehingga tergerak hatinya untuk menolong,” kata pria itu dengan wajah serius.

Lanjut dikatakan warga Sunggal tersebut, ada banyak aktor lain yang belum ditangkap petugas diantara Musa warga Dusun I Desa Sumber Melati Diski, Ilham warga Desa Sei Mencirim, Ahmad Effendi dan Sopian.

” Musa, Ilham, Ahmad Effendi dan Sopian terlibat disini,” ungkapnya.

Dirinya berkeyakinan mereka adalah satu komplotan dikarenakan nama yang disebutnya sering berkumpul di kantor BANI yang terletak di Dusun XIV, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

” Bahkan informasi yang saya dengar langsung dari kerabatnya kalo si Ilham mau melarikan diri ke Malaysia,” bebernya.

Sejauh ini kepolisian baru menangkap delapan tersangka berinisial IP (44) warga Jalan Marelan Raya, Pasar III Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, RS (35) warga Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Erik (41) warga di Jalan Martosari, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.‬

‪Suh (44) warga Kelambir V, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Rus (35) warga Desa Payageli, Kecamatan Sunggal, GM (25) warga Jalan Medan Binjai Km 14 Gang Gembira, SB (45) warga Desa Payageli Kecamatan Sunggal, dan DA (48) warga Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.

Penjelasan dari Humas BNN Provsu pun terlontar sesaat setelah dimintai keterangannya.

” Kami akan menyelidiki terlebih dahulu. Saya akan koordinasikan kepada bidang intelejen,” ungkap AKBP S Sinuhaji.

Lanjutnya berkata bahwa siapa pun boleh saja melakukan penangkapan asal peristiwa itu memang tertangkap tangan.

” Menurut KUHAP, sah-sah saja jika masyarakat melakukan tangkap tangan. Jika melakukan penyelidikan, investigasi, penggeledahan, penangkapan hingga penahanan itu tidak benar,” terang S Sinuhaji.

Bahkan banyak organisasi mitra yang meminta untuk dikeluarkannya kartu tanda mitra BNN menjadi pertimbangan lagi bagi instansinya.

” Sudah banyak yang minta kartu tanda mitra dengan BNN, namun saya pertimbangkan. Saya takut hal ini bisa disalahgunakan, seperti kasus ini,” tandasnya.

(Laporan Dari Medan Sunggal, MB-7)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait