Ditreskrimsus Layangkan Surat Panggilan Dirut PDAM Tirta Kualo dan Periksa 11 Saksi

example banner

Medan Berita – Usai menggeledah seluruh ruangan Pemkab dan Kantor Sekwan DPRD Tanjung Balai terkait adanya indikasi dugaan korupsi, Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu akan melakukan pemanggilan terhadap Direktur Utama PDAM Tirta Kualo serta memeriksa 11 status saksi.

” Hari ini (Senin-red), sudah kita layangkan surat panggilan untuk memanggil Direksi PDAM Tirta Kualo, baik itu Dirutnya akan kita periksa,” ujar Kasubdit III Tipikor Poldasu, AKBP Frido Situmorang saat dihubungi wartawan via telephon seluler, Senin (25/01/2016) sore.

Menurut Frido, saat ini pihaknya juga tengah menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Propinsi (BPKP) untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang dilakukan PDAM Tirta Kualo Tanjung Balai.

” Kita juga sudah meminta bantuan BPKP untuk mengaudit keuangan PDAM Tirta Kualo, dan saat ini kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Disinggung barang bukti yang berhasil dibawa penyidik dalam penggeledahan sejumlah Kantor Dinas Pemkab dan Kantor Sekwan DPRD Tanjung Balai beberapa waktu lalu, lantas perwira berpangkat dua melati emas ini enggan mengatakan dengan alasan masih penyidikan.

” Itu tidak bisa kita beritahu, karena ini masih penyidikan,” ujarnya.

Sementara, Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf yang ditemui wartawan mengatakan saat ini Subdit III Tipikor sudah memeriksa 11 saksi terkait dugaan korupsi tersebut.

” Ini masih penyidikan, dan sudah 11 saksi kita periksa,” ujarnya mengakhiri.

Sebelumnya, Poldasu meningkatkan kasus dugaan korupsi PDAM Tirta Kualo ke tingkat penyidikan. Untuk melengkapi bukti penyidik Subdit III/Tipikot Ditreskrimsus melakukan penggeladahan sejumlah kantor di jajaran Pemko Tanjungbalai.

” Penggeledahan sudah dilakukan selama 2 hari, tanggal 20-21 Januari 2016,” kata Kasubdit III/Tipikor, AKBP Frido Situmorang, Kamis (21/01/2016).

Dikatakannya, dari hasil penggeledahan itu, petugas telah mengamankan beberapa berkas dan dokumen penting yang disebut dapat memberi petunjuk baru dalam proses penyidikan kasus tersebut.

” Kita sudah melakukan penggeledahan di kantor Sekwan DPRD dan Kantor Walikota Tanjungbalai, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) serta di rumah pribadi mantan Direktur PDAM Tirta Kualo, Zaharudin Sinaga. Dari hasil penggeledahan itu, kita juga telah mengamankan beberapa berkas penting,” lanjutnya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan WTP III dan pemasangan pipa distribusi utama sepanjang 600 meter di PDAM Tirta Kualo, Tanjungbalai sudah dilakukan sejak Juli 2015 lalu.

Dari fakta dan keterangan saksi-saksi hasil investigasi dan tim ahli dari USU mengindikasikan adanya penyimpangan sekitar 20 persen pada pembangunan WTP III, dari keterangan tersebut selanjutnya perkara ditingkatkan ke penyidikan sesuai dengan laporan polisi nomor LP/21/I/2016/SPKT-II. Tapi, sambung Frido, pihaknya belum bisa memastikan berapa kerugian negara yang diakibatkan dari dugaan kasus tersebut.

” Kita belum mengetahui jumlah kerugian negara. Kita harus berkoordinasi dengan BPKP untuk menghitungnya,” pungkasnya.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait