Rencana Tagih Hutang, Johanes Dianiaya Kepsek & Keluarga

example banner

Medan Berita – Malang betul nasib Johanes Pardamean (36) warga Jalan Paya Bakung Simpang Diski ini, seketika dirinya hendak menagih uang yang dipinjamkan orangtuanya, korban malah dianiaya Kepala sekolah (Kepsek) SD Negeri dan keluarga, Senin (25/01/2016).

Peristiwa berawal saat itu korban yang datang sendirian untuk menagih hutang ke rumah J yang menjabat sebagai Kepsek SD Negeri 107393 di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang sekitar pukul 20.30 WIB.

Namun saat berada di rumah J, korban yang rencana mau menagih hutang malah dikeroyok hingga babak belur.

“ Saya datang kerumah ibu itu, saat ditagih hutangnya sejak Tahun 2013 sebesar Rp 35 juta, malah aku dikeroyok Kepsek dan keluarganya,” ucap korban kepada medanberita.co.id saat melaporkan kejadian yang menimpa dirinya di Polsek Sunggal.

Sementara J selaku Kepsek SD Neg 107393 saat dikonfirmasi melalui telephone selularnya membantah hal tersebut.

“ Saya tidak pernah berutang kepada keluarganya, yang mengutang itu adalah Sri, yang saat itu menjabat bendahara Unit Pelayanan Teknik (UPT) Dispora Kecamatan Sunggal, Deli Serdang,” ucap J.

Ketika disinggung, mengenai adanya tanda tangan dirinya diatas kwitansi pada tahun 2013, J menyebut karena dirinya di paksa.

” Lantaran saya dipaksa untuk menjaminnya dikarenakan saya cukup dekat dengan mereka,” jelasnya seraya menambahkan sebelumnya dirinya telah menjelaskan kepada Johanes (Korban-Red) bahwa hutang tersebut akan dicicil, namun dia datang ke rumah dengan marah-marah.

(Laporan Dari Sunggal, MB-02)

Teks Foto : Korban Saat Membuat Laporan Pengaduan di Polsek Sunggal, Senin (25/01/2016).(Muslim Lubis)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait