Polisi Tangkap Preman Modus Ngatur Jalan

example banner

Medan Berita – Menanggapi laporan masyarakat yang resah akibat banyaknya Pengutipan Liar (Pungli) dengan modus mengatur jalan di seputaran Jalan SM Raja Medan, dan Jalan Balai Desa, Desa Marendal ll, Polsek Patumbak bergerak cepat dan langsung mengamankan satu pelaku yang tertangkap tangan sedang meminta uang kepada sopir truck yang melintas, hendak balik arah menuju Medan.

Pelaku yang ditangkap tersebut adalah Satria Siahaan (17), warga Jalan Turi, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas. Dia ditangkap didepan SPBU Jalan SM Raja Medan KM 8,5, persisnya depan Pengadilan Agama (PA) Medan, Selasa (26/01/2016), sekira pukul 10.00 WIB. Mirisnya, Satria Siahaan, adalah seorang Siswa SMK Yapim, kelas ll, jurusan mesin yang saat melakukan Pungli sedang bolos sekolah.

Berawal pagi itu Satria yang bolos sekolah bergabung dengan temannya untuk mengatur jalan setiap mobil yang melintas hendak berbalik arah di lokasi tempat dia ditangkap. Kebetulan saat itu, truck yang datang dari arah Simpang Amplas, dan sesampai di depan SPBU, tepatnya didepan Pengadilan Agama Medan, mencoba berbalik arah kembali ke Simpang Amplas, karena akan menuju ke Jalan Pertahanan Patumbak.

Kesempatan itu tidak disia-siakan Satria, diapun beraksi dengan cara menawarkan jasa dan mengatur jalan agar memudahkan truck tersebut berbalik arah. Satria pun sukses saat itu, namun sial baginya, saat supir truck memberikan uang sebagai upah jasanya, secara kebetulan Personil Polsek Patumbak yang saat itu melintas melihatnya. Dan langsung melakukan penangkapan. Dan Satria pun diboyong ke Mapolsek Patumbak.

” Baru seminggu saya ngutip-ngutip kayak gini bang. Itupun karena saya ikut-ikutan kawan, kata mereka enak cari duit disana,” ujar Satria kepada medanberita.co.id. Satria mengaku, dalam menggeluti pekerjaan itu dia dapat meraup hasil kerjanya mencapai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu dalam sehari.

” Untuk nambah-nambah uang jajan bang, karena kalau saya mulai kerja dari pagi sampai sore bisa dapat 30 ribu dan kalau rezeki bagus bisa juga dapat 50 ribu, makanya saya sering bolos sekolah bang,” jelasnya.

Satria tidak menampik jika perkumpulannya itu memiliki kepala yang setiap harinya mengutip sebagai bentuk uang keamanan sebesar 5 ribu.

“Ketua kami ada bang, biasanya kami menyetor sama dia tiap satu orang Rp 5 ribu. Kalau kami tidak mau menyetor, kami pasti diributinya. Tapi saya tidak kenal nama ketua itu tapi dia anak Gang Martoba, karena yang banyak ngutip disitu memang anak Martoba. Jadi aku tobat bang, tidak mau lagi mengulanginya lagi kalau aku dibebaskan,” ujar putra dari pasangan suami istri, Trisno Siahaan (60) dan Taruli (55) itu.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi, SH saat dikonfirmasi membenarkan pengamanan terhadap Satria Siahaan.Dia mengaku penangkapan dilakukan sebagai bentuk kenyamanan bagi berkendaraan.

” Banyak juga pengguna jalan yang resah dengan kegiatan pengutipan ilegal ini. Dari laporan masyarakat itulah kami terus bertindak sebagai efek jera,” kelasnya.

Disinggung apakah pelaku ditahan atau tidak, Ferry mengaku hanya memberi pembinaan saja.

” Disamping pelaku seorang siswa kita hanya memberi pembinaan dan kita menunggu orang tuanya menjemputnya agar sianak lebih diberi pengawasan lagi,” terangnya.

(Laporan Dari Patumbak, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait