Polisi Buruh Aktor Intelektual Bentrok Dua OKP di Medan

example banner

Medan Berita –  Pasca bentrokan antar dua kubuh Organisasi Kepemudaan (OKP) IPK dan PP yang terjadi belum lama ini di Medan,  Mabes Polri mendukung penuh kinerja Polda Sumut yang turut memberikan perhatian serius atas peristiwa ormas tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan kepada wartawan dalam lawatamanya di Polda Sumut, Kamis (04/02/2016) siang mengatakan dalam melakukan penindakan, pihaknya tidak akan mentolerir bagi pelaku – pelaku yang terlibat dalam aksi bentrokan tersebut.

” Kami telah berkomitmen tidak akan membiarkan pidana tanpa ada proses hukum, pastinya yang berbuat akan ditindak tegas, dan kami sebagai Polisi tidak berat sebelah,” kata Anton kepada wartawan di ruang Managemen Media Center (M2C) Mapoldasu.

Untuk itu, lanjut Anton menuturkan dirinya meminta kepada masyarakat untuk men-shere vidio atau gambar, agar guna mempermudah pihak kepolisian untuk memburu para pelaku lainnya.

Disebutkannya ada diantara mereka yang belum ditangkap karna adanya kekurangan alat bukti untuk melakukan penangkapan.

” Karena hal ini berhubung dengan hak azasi manusia, jadi untuk melakukan penangkapan harus ada bukti permula dan tidak bisa sembarangan,” sebutnya.

Ditegaskannya, dalam kasus ini tidak ada interpensi dari kubu manapun terhadap Poldasu, penyelidikan dan penyidikan kasus ini terus berlanjut.

” Polisi masih terus mencari aktor intelektual dibalik bentrokan ini, dan kejadian ini hanya untuk memecah, jika ini dibiarkan, akan jadi ledakan, semua harus waspada, ada hukum yang mengatur,” ucapnya.

Menurutnya dalam situasi ini tidak perlu ada saling menyalahkan, karna kejadian ini tidak direncanakan dan intelijen kepolisian tidak bisa lemah dan Polisi tetap melakukan antisipasi, premanisme dimanapun tidak boleh dibiarkan tumbuh, tetap akan diberantas semuanya.

” Perlu diketahui sekarang zaman kerja keras, ini Medan, yang tidak bekerja bisa dapat uang, ada uang dengar dan adapula uang lihat,” cetusnya.

Saat disinggung tentang tembak ditempat,  Anton menyebutkan, tembak ditempat itu dilakukan tergantung situasi.

” Jika membahayakan petugas, tidak masalah, namun yang akan diambil harus tindakan tegas yang terukur,” jelasnya mengakhiri.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait