Dianiaya Preman, Pengawas PT KAI Ngadu ke Polsek Medan Area

example banner

Medan Berita – Merasa tak senang atas perbuatan salah seorang yang diduga preman, korban yang mengaku sebagai pengawas PT. KAI akhirnya mengadukan kejadian yang menimpa dirinya ke Polsek Medan Area, Kamis (11/02/2016).

Korban bernama lengkap Sofyan Arif alias Gordon (40) warga Jln. Perumnas Mandala, Kec. Medan Denai mengatakan kejadian penganiayaan dirinya dilakukan seorang pria bernama Ri saat di Jln. LKMD, Kel. Tegal Sari Mandala I, Kec. Medan Denai.

” Yang aniaya aku si Ri bang. Aku kenal ama dia. Masalahnya gara-gara dia (Ri-Red) minta tanah timbun tapi enggak aku kasih. Sebab tanah itu milik PT KAI,” terangnya saat membuat laporan ke SPKT Polsek Medan Area.

Merasa tak menuruti perkataan pelaku, selanjutnya korbanpun dianiaya.

 

” Karena permintaannya tidak dituruti, pelakupun dengan menggunakan pisau langsung menganiaya lengaku dengan menggunakan sebilah pisau,” ungkap Gordon yang bekerja sebagai pengawas proyek pembangunan jalur rel ganda, PT KAI.

Pria yang sehari bekerja sebagai pegawas itu, menuturkan usai melakukan penganiayaan terhadap dirinya pelaku langsung melarikan diri.

” Atas perlakuan pemuda setempat tersebut, aku mengalami luka dibagian kedua tangan terkena sayatan senjata tajam milik pelaku tersebut,” jelas korban sembari dirinya berharap usai membuat laporan penganiayaan, polisi secepatnya menangkap pelaku tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Medan Area, Kompol Rizal Moelana, melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Area, AKP Alexander Pilliang mengatakan pihaknya sudah mengetahui kasus penganiayaan tersebut. Namun saat ini korban harus membuat visum sehingga laporannya dapat diterima.

(Laporan Dari Medan Area, MB-03) 

Loading...

Comments

comments

Pos terkait