Hari Ini, Liberty Pasaribu Diserahkan ke Kejatisu

example banner

Medan Berita – Setelah sebelumnya mangkir dari panggilan Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu, Hari ini, Rabu (17/02/2016) mantan Bupati Tobasa (Toba Samosir), Liberty Pasaribu dipastikan akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Kata Kasubdit III Tipikor, AKBP Frido Situmorang yang ditemui wartawan, Selasa (16/02/2016) sore, sembari mengatakan sampai saat ini pihaknya belum ada menerima konfirmasi apapun dari tersangka dugaan korupsi DAK/DAU Tahun 2004 sebesar Rp 3 miliar tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya tidak adanya pemberitahuan, dipastikan Liberty akan hadir di Poldasu untuk diserahkan.

” Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari beliau apakah bisa hadir atau tidak, dan biasanya kalau tidak ada konfirmasi, kemungkinan besok beliau akan datang,” ujar Frido.

Perwira berpangkat dua melati emas ini juga mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah memanggil Liberty untuk diserahkan ke Kejatisu. Namun karena yang bersangkutan sedang sakit makanya jadwal pengirimannya ke Kejatisu ditunda sampai Minggu depan.

” Seharusnya Rabu kemarin kita kirim ke Kejatisu, namun yang bersangkutan beralasan sakit, dan kita terima surat sakitnya, makanya kita kasih waktu sampai Minggu depan,” ujarnya.

Frido juga berharap agar Liberty Pasaribu koperatif dan memenuhi panggilan tersebut. Agar kasus ini dapat selesai secepatnya.

” Mudah-mudahan besok, beliau datang, tinggal selangkah lagi kasus ini selesai, dan seterusnya akan ditangani pihak kejaksaan,” ujarnya mengakhiri.

Sebelumnya Frido mengatakan, kasus dugaan korupsi yang melibatkan Liberty Pasaribu berawal dari permintaan St Monang Sitorus yang kala itu sebagai Bupati Tobasa mengambil dana khas daerah sebesar Rp 3 miliar untuk modal usahanya, yang mana dana itu diambil dari DAK/DAU tanpa persetujuan DPRD Tobasa.

Pencairan dana dari BRI Cab Balige itu atas persetujuan Liberty Pasaribu yang saat itu sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), akan tetapi, penggunaan uang khas daerah itu dilaporkan ke Poldasu. Kemudian, Bupati Tobasa Monang Sitorus dijadikan tersangka bersama bawahannya, mantan Kepala Bagian Keuangan Setdakab Tobasa Arnold Simanjuntak dan mantan pemegang kas Setda Kabupaten Tobasa Jansen Batubara serta Benfrid Hutapea.

Mereka akhirnya divonis Pengadilan Negeri Tipikor Medan masing-masing 1 tahun hingga 3 tahun penjara. Sementara, Liberty Pasaribu yang saat itu Sekda, lolos dari koorporasi (kerjasama) dugaan korupsi tersebut.
Akan tetapi, 9 tahun setelah kejadian itu atau setelah Liberty Pasaribu menjadi Wakil Bupati Tobasa yang berpasangan dengan Pandapotan Kasmin Simanjuntak sebagai bupati, penyidik Tipikor Poldasu mendapat novum (bukti) keterlibatan Liberty Pasaribu.

Menyusul putusan Mahkamah Agung Nomor 1585 K/Pid.Sus/2011, putusan Mahkamah Agung Nomor 2361 K/Pid.Sus/2011 dan putusan Mahkamah Agung Nomor 1546 K/Pid.Sus/2011, dalam putusan itu disebutkan kalau korupsi APBD Kabupaten Tobasa senilai Rp 3 miliar dilakukan bersama-sama.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Loading…

Comments

comments

Pos terkait