Didatangi Puluhan Oknum TNI, Kapolsek Sunggal Datangi Mako

example banner

Medan Berita – Mendapat kabar mako Polsek Sunggal didatangi puluhan oknum TNI Kodam I/BB, selang beberapa menit kemudian beranjak dari kediamannya, Kapolsek Sunggal, Kompol Harry Azhar mendatangi Mako dan melihat puluhan oknum TNI sudah tidak ada ditempat, selanjutnya dirinya menjelaskan kepada oknum wartawan yang masih berada di mako tersebut, Kamis (03/03/2016).

” Awalnya saya dapat informasi bahwa Polsek Sunggal didatangi beberapa wartawan dan anggota TNI,” ucap sumber yang tak ingin namanya ditulis menirukan perkataan Harry saat bersama sejumlah oknum wartawan, Kamis (03/03/2016) malam setelah kepergian beberapa wartawan lainnya yang diduga memberikan informasi lepasnya 32 tahanan Polsek Sunggal bersama puluhan anggota TNI tersebut.

Dijelaskan sumber, usai Kapolsek Sunggal mengetahui tujuan kedatangan mereka, Harry pun menyayangkan atas hal yang dilakukan tersebut.

” Sebenarnya mereka sudah menyalahi aturan berkunjung diluar jam besuk, dan mereka tidak punya hak bertanya kepada tahanan tanpa ada izin baru dari saya,” kata sumber menirukan ucapan Kompol Harry lagi.

Ditambahkan sumber, terkait adanya tanggapan Aslog, Kompol Harry kembali menyayangkan hal tersebut dan mengatakan.

” Yang memberi tanggapan sama wartawan sebenarnya tidak kewenangan Aslog namun kewenangan Kapendam,” cetus sumber menirukan penjelasan Kapolsek.

Menit berikutnya, lanjut dijelaskan sumber, selanjutnya Kapolsek Sunggal mengkonfrontir 3 tahanan wanita inisial S (Berkulit agak hitam dan rambut sebahu), S (Berkulit hitam dan gigi ompong) dan M (Berkulit putih rambut panjang) kepada penyidik yang menangani kasus tersebut dan mengatakan kepada penyidik.

“ Bener tidak ada kamu menerima bayaran,” kata Kapolsek kepada penyidik.

Namun, adanya pertanyaan tersebut, sebut sumber, penyidik membantah dan mengatakan.

“ Siap tidak ada,” ucap penyidik kepada atasannya tersebut.

Kemudian, kata sumber lalu Kapolsek Sunggal kembali mempertanyakan kepada 3 tahanan wanita itu.

“ Ada kalian yang mengatakan bahwasannya tahanan yang dilepas dari Abdul Hamid itu memberikan uang tebusan kepada juper ?,” tanya Kapolsek yang seketika itu didengar sumber.

Bermula, ketiga tahanan tersebut berkilah, lalu 2 dari 3 tahanan berinisial S dan S, kata sumber mengakui dengan alasan disebabkan keduanya merasa berang karena berulang kali ditanyai oknum TNI tersebut.

Menurut pengakuan Kapolsek, masih dijelaskan sumber, bahwa Desi dilepas dengan alasan tidak cukup bukti, sementara 3 orang wanita berinisial S dan S serta M ada barang bukti.

(Laporan Dari Medan Sunggal, MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait