HS Akan Minta Maaf Jika Terbukti Salah

example banner

Medan Berita – Pemilik media online website medanseru.co, HS mengaku telah mengetahui bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Poldasu.

Selain itu dirinya juga mengakui akan kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik, karena dirinya dinilai tidak bersalah dalam kasus tersebut. Pemilik media online ini juga mengaku siap untuk mengakui kesalahannya jika memang terbukti bersalah dan bersedia meminta maaf kepada H. Anif dan menerima hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

” Selama ini Media Online Medanseru.co bukan saya yang memegangnya lagi, itu sudah dibeli orang lain. Saya disini kecolongan, mereka tetap memakai nama saya sebagai penanggung jawab media tersebut, memang yang beli website medanseru itu masih adik-adik saya juga,” ujarnya baru baru ini kepada wartawan

Pemilik media online ini juga mengaku selama dilaporkan H. Anif sekira bulan Nopember 2015 lalu, dirinya tidak mengetahui adanya laporan tersebut, dikarenakan dirinya ada di luar kota.

” Saya aja baru tahu dilaporkan kira-kira sebulan yang lalu, ada seseorang anggota saya yang mengabarinya, jika memang dari beberapa bulan yang lalu saya sudah mengetahuinya, maka saya pasti akan langsung memenuhi panggilan Poldasu untuk meluruskan kasus tersebut,” sebut HS.

Disinggung mengenai dirinya kecolongan dan masih dianggap sebagai Penanggungjawab website medanseru.co walaupun sudah dibeli pihak lain, lantas pria yang pernah menjadi pimpinan di sejumlah media surat kabar harian di Sumut ini mengaku bahwa dirinya selama ini sebenarnya tidak mahir mengelola teknologi internet.

Selama mengelola medanseru.co, dirinya mempekerjakan orang lain untuk mengisi pemberitaan, dan setelah berita itu akan diterbitkan di media, biasanya dirinya membaca terlebih dahulu isi berita tersebut, kemudian meminta anggotanya tersebut untuk menerbitkannya.

” Saya ini sebenarnya gaptek (gagap teknologi), setelah dibeli websitenya, saya tidak pernah lagi melihat isi-isi pemberitaannya, anda kan tahu sendiri sewaktu saya mengelola harian, email saya aja sekretaris yang buat, dan sampai sekarang saja saya tidak tahu membuka email,” tambahnya.

Penanggungjawab website medanseru.co ini juga menyayangkan tindakan Poldasu yang memblokir website medanseru.co tanpa terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan manajemen pemilik website tersebut, dikarenakan dirinya tidak dapat lagi mengumpulkan bukti-bukti bahwa dirinya tidak bersalah dalam kasus tersebut.

” Kemarin saya dihubungi pengelola website medanseru, kata mereka websitenya diblokir pemilik domain, mereka menghubungi pemilik domain, website ini ditutup karena tersangkut masalah hukum yakni saya dilaporkan ke Poldasu,” cetusnya.

Dari situ awalnya juga saya tahu saya telah dilaporkan, namun jika Poldasu menutup website tersebut, bagaimana saya membuktikan bahwa diri saya tidak bersalah, selain website, email saya juga terblokir, facebook saya juga, jadi saya sulit untuk mengklarifikasi adanya keterlibatan saya dalam penerbitan berita H. Anif tersebut,” ujarnya.

Pria yang dikenal idealis ini juga mengaku sudah berkoordinasi dengan penyidik Cyber Crime Poldasu Kompol Jumanto SH, menurutnya pihak Poldasu juga akan membantu dirinya mencari jalan terbaik untuk meluruskan pemberitaan miring tersebut karena dinilai tidak terlibat dalam kasus tersebut.

” Saya juga sudah berkoordinasi dengan pak Jumanto yang menangani kasus saya ini, dirinya pun akan mencari jalan terbaik untuk menyelesaikan kasus ini secepatnya,” kata HS.

Kompol Jumanto, SH yang ditemui wartawan akhir pekan kemarin mengatakan, pihaknya akan melakukan mediasi persuasif terlebih dahulu, untuk mencari jalan keluar terbaik antara Penanggungjawab website medanseru dengan Pak H. Anif.

” Saya hanya ingin memediasikan mereka terlebih dahulu untuk mencari jalan yang terbaik, mudah-mudahan kasus ini dapat selesai dan memberikan yang terbaik terhadap terlapor dan pelapor,” ujarnya.

Menurut perwira berpangkat satu melati emas ini, dirinya sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap kedua tersangka ini, dan dijadwalkan hari ini akan dilakukan pemeriksaan.

” Senin tanggal 7 Maret, mereka saya harapkan dapat datang ke Subdit II Cyber Crime,” ucap manto.

Kompol Jumanto juga menerangkan bahwa dalam kasus ini kedua tersangka dijerat pasal 27 ayat (3) yo pasal 45 ayat (1) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE yang berikan dugaan perkara tindak pidana setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentrasmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

(Laporan Dari Polda, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait