Diduga Oknum Kawal Ratusan Karung Bawang Merah Tanpa Dokumen

example banner

Teks Foto : Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Ahmad Haydar Didampingi Kabid Humas Bersama Kasubdit I Indag AKBP Ikcwan Lubis Saat Memberi Keterangan Pada Wartawan di Mako Poldasu, Jumat (18/03/2016). (Sah)

Medan Berita – Seorang yang diduga oknum mengendarai mobil kijang warna hitam turut mengawal satu unit mobil truk Colt Disel BK 9414 CA bermuatan 485 karung bawang merah sulundupan asal luar negeri tanpa dokumen dari Kuala Simpang menuju Medan, sebelum ditangkap oleh Subdi Subdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu bersama Subden A Brimob Binjai saat melintas di daerah kota Binjai Km 17 menuju Medan, Jumat (18/03/2016) sekira pukul 05.00 WIB.

” Hal ini berdasarkan keterangan Supir dan kernet mobil truk Colt Disel BK 9414 CA kepada Penyidik Subdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu,” ujar Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfi Assegaf dan Kasubdit I Indag AKBP Ikcwan Lubis ketika memberi keterangan terkait penangkapan bawang merah eks luar Negeri tanpa dokumen pada wartawan Jumat (17/03/2016) sore.

Dikatakan Haydar Supir maupun kernet mobil truk itu ketika menjalani pemeriksaan, kepada penyidik mengaku
oknum, dan orang itu menanyakan kepada supir ” Apakah benar truk ini membawa bawang merah dari kuala simpang, setelah mengatakan Iya, lalu orang itu menyuruh supir truk untuk mengikutinya dari belakang,” ucap Haydar menirukan perkataan sang supir.

Sedangkan upah yang akan diterima, lanjutnya menjelaskan untuk sekali pengantaran bawang merah ke Medan adalah Rp.2000.000,-dan akan diserahkan setelah sampai di Medan, akan tetapi dana tersebut belum sempat diterima, yang diterima hanya uang minyak sebesar Rp200.000,-

” Bawang merah tersebut akan di pasarkan ke sejumlah pasar yang ada di Medan, sedangkan supir dan kernet truknya akan dijadikan saksi, saat ini kita akan mengejar pengusahanya dan untuk barang-bukti ini akan kita kirim ke kantor Bea dan Cukai Belawan atau Medan,’ sebut Haydar lagi.

Sedangkan pasal yang dilanggar, masih dijelaskannya yakni pasal 102,103,104 UU RI No 17 tahun 2006 tentang perubahan atas UU RI No10 tahun 1995 tentang kepabeanan di pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 8 tahun, atau denda paling sedikit Rp 100.000.000.- dan paling banyak Rp5.000.000.000, kemudiana atau tidak dilengkapinya dokumen karantina sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 jo Pasal 5, 7, 9, 21 dan 25 UU No 16 tahun 1992 tentang Karantina ikan, hewan dan tumbuhan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait