Pengamat : Tangkap Oknum Pungli, Jangan Tebang Pilih

example banner

Medan Berita – Aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) dikawasan Kecamatan Medan Kota tepatnya Jalan HM Joni didepan Museum Negeri diamankan oleh Sat Sabhara Polresta Medan pada Jumat (18/03/2016) sekira jam 11.30 WIB. Puluhan orang diangkut menggunakan mobil dinas kepolisian.

Dalam pernyataan yang diungkap oleh A (28) warga Jalan Panglima Denai, bahwa adanya kutipan sebesar Rp 150 ribu perbulan yang dialamatkan kepada pedagang dan uang sampah sebesar Rp 5 ribu perhari dikawasan Jalan HM Joni dan Jalan Gedung Arca.,

” Dikutip, Rp 150 ribu sebulan dan Rp 5 ribu perhari uang sampah,” ungkapnya kepada awak media.

Keterangannya membuat salah satu pengamat hukum angkat bicara, ia mengatakan bahwa polisi jangan tebang pilih.

” Polisi jangan tebang pilih, tangkap pelaku pengutip iuran yang tidak sah. Itu jelas pungli,” ungkap Muslim Muis, SH MH.

Lanjutnya berkata, hal itu sudah jelas bentuk premanisme. Seperti yang diketahui, polisi hanya mengangkut beberapa orang juru parkir liar. Sementara masih banyak pedagang yang menjajakan barang dagangannya.

” Pedagang bukan urusan polisi yang menangkap tapi jika ada pungli, polisi bisa menangkapnya. Siapapun oknumnya,” tandas Muslim.

Terpisah, Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol Siswandi yang dihubungi lewat panggilan telepon selulernya menolak panggilan. Ketika pesan singkat dilayangkan, ia tidak menjawabnya. Walau memakan gaji dari uang rakyat, sepertinya ia enggan untuk memberikan informasi kepada rakyat melalui media.

(Laporan Dari Medan, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait