Pupuk Subsidi Dioplos Negara Rugi Ratusan Juta

example banner

Teks Foto : Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Ahmad Haydar Didampingi Wadir Krimsus, AKBP Maruli Siahaan, dan Kasubdit IV/Tipiter AKBP Robin Simatupang Saat Memaparkan Hasil Tangkapan Pupuk Subsidi di Halaman Mako Poldasu

Medan Berita – Akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang nyata-nyatanya telah merugikan Negara hingga ratusan juta rupiah, dikarenakan melakukan praktik – praktik pengoplosan pupuk subsidi menjadi non subsidi di Jln. Marelan VII, Pasar I Tengah, Lingk. V, Kel. Tanaha Enam Ratus, Kec. Medan Marelan akhirnya di gerebek Poldasu, Rabu (16/03/2016) sore.

Dirkrimsus Poldasu, Kombes Pol Ahmad Haydar didampingi Wadir Krimsus, AKBP Maruli Siahaan, dan Kasubdit IV/Tipiter AKBP Robin Simatupang saat memaparkan hasil tangkapannya mengatakan, setiap praktik pengoplosan merubah jenis apapun yang nyata-nyatanya merugikan negara pasti akan ditindak.

” Seperti apa yang ada dihadapan kita saat ini bahwa seseorang telah merubah warna pupuk subsidi menjadi non subsidi dengan memakai bahan pemutih, dan selanjutnya pupuk yang telah berubah warna di pasarkan kepada para angen dan dari agen kemudian di pasarkan kepada petani dengan harga Non Subsidi,” ungkap Dikrimsus.

Dijelaskannya, adapun proses pengoplosan atau merubah warna pupuk ini dengan cara menjemur pupuk bersubsidi yang telah dicampur zat kimia Caustic Soda Flake, Ultra Marine Blue dan cairan pemutih untuk kemudian dijemur hingga berwarna putih seolah olah pupuk ini adalah pupuk non subsidi. Setelah kering pupuk yang telah berubah warna itu dimasukkan ke goni yang bermerek non subsidi.

” Pupuk yang telah dicampur pemutih itu dijemur lalu diganti karungnya dengan yang non subsidi,” kata Haydar.

Dengan kegiatan pengoplosan atau merubah pupuk ini jelasnya pelaku usaha akan mendapat keuntungan lebih
karena bisa menjual dengan harga pupuk non subsidi yang lebih mahal.

” Kalau dilihat dari keuntungannya harga eceran cukup tinggi dibandingkan dengan keuntungan pupuk bersubsidi dan akibat dari perbuatan pelaku ini negara dan petani sudah pasti dirugikan ratusan juta rupiah,” pungkas Haydar.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait