Simpatik Toba 2016 Pelanggaran Lalulintas 35.322 Kasus

example banner

Medan Berita – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) mencatat, selama pelaksanaan operasi Simpatik Toba tahun 2016 terjadi pelanggaran lalu lintas sebanyak 35.322 kasus.

Data yang diperoleh Medanberita.co.id dari bidang humas Poldasu, pelanggaran terbanyak didominasi Sepeda motor sebanyak 6.922 unit disusul mobil penumpang sebanyak 1.229 unit, Mobil bus sebanyak 149 unit dan Mobil barang sebanyak  549 unit. Dari pelanggaran itu, petugas menilang sebanyak 8.849 kasus, teguran sebanyak 26.473 kasus.

Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP. Nainggolan kepada awak media ini, Selasa 922/03/2016) menyebut, adapun jenis pelanggaran lalu lintas sepeda motor terbanyak yakni tidak menggunakan helm sebanyak 2.817 kasus disusul melawan arus lalu lintas sebanyak 491 kasus, melanggar lampu lalu lintas sebanyak 118 kasus, melanggar rambu berhenti sebanyak 83 kasus, melanggar marka berhenti sebanyak 27 kasus dan kelengkapan kendaraan sebanyak 472 kasus.

” Terbanyak pelanggaran tidak lengkap surat-surat sebanyak 1.453 kasus,” ungkap MP.

Ditambahkannya, untuk jenis pelanggaran mobil dan kendaraan khusus terdiri dari Safety belt sebanyak 510 perkara. Muatan ( Over loading) sebanyak 339 perkara. Marka menerus/rambu menyalip sebanyak 204 perkara. Melawan arus (pasal 105) sebanyak 44 perkara dan Surat-surat sebanyak 567 perkara.

” Kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas dilokasi kawasan tertib lalu lintas (KTL) selama pelaksanaan Operasi Simpatik nihil demikian juga kejadian kecelakaan lalu lintas pada satwil jajaran Polda Sumut nihil,” pungkasnya.

(Laporan Dari Poldasu, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait