Dianiaya Teman Sekolah, Siswi SMAN 6 Lapor Polisi

example banner

Teks Foto : NS saat menunjukan Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) di Mako Polsek Medan Kota, Rabu (23/03/2016) siang. (Sah)

Medan Berita – Merasa tak senang atas penganiayaan yang dilakukan teman sekolah, dengan ditemani orangtua, seorang siswi SMAN 6 Jalan Ansari No. 34 Medan akhirnya membuat laporan ke Mako Polsek Medan Kota, Rabu (23/03/2016) siang.

Korban NS (16) warga Jalan M. Nawi Harahap, Gg. Maju No. 20, Kel. Siti Rejo III. Kec. Medan Amplas saat ditemui Medanberita.co.id menceritakan, hal tersebut terpaksa dilaporkannya karena tidak menemukan solusi atas penganiayaan yang dilakukan pelaku.

” Guru BP SMAN 6 telah menengahi, dan memberikan solusi, namun pelaku FA bersikeras ingin mencari pembenaran walaupun telah melakukan penganiayaan sebanyak dua kali dibagian wajah sebelah kanan dibawah kelopak mata saya,” ujar korban.

Tidak hanya itu saja, lanjutnya menjelaskan, pelaku kembali mendatangi ruang kelas korban, setelah bertemu kemudian pelaku menolak korban, sehingga terjatuh mengenai kursi, akibatnya punggung korban terasa sakit.

” Tiga kali pelaku mendatangi saya, yang pertama sebelum masuk kelas pelaku menampar wajah saya, namun saya tidak melawan, dan kedua kalinya pada jam istirahat pertama pelaku memukul saya lagi hingga bagian wajah di bawah mata kanan lembam selanjutnya pada jam istirahat ke dua, pelaku datang lagi kedalam kelas dan mengatakan masalah ini tidak selesai sampai di sini, dan harus diselesaikan dengan tangan, kata pelaku kepada saya, setelah itu pelaku menolak saya sehingga saya terjatuh mengenai kursi dan menyebabkan punggung saya terasa sakit,” jelas korban.

Setelah memberikan keterangan kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), selanjutnya petugas memberikan surat pengantar Visum ke Rumah Sakit Estomihi Jalan Sisingamangaraja Medan dan sekaligus mengobati luka yang dideritanya, korban bersama orang tuanya kembali lagi menuju ruang SPKT Mapolsek Medan Kota.

Setelah mendapat penjelasan dari korban, petugas SPKT langsung menerima laporan pengaduan korban dan mencatatnya sebagai pelapor dengan nomor Laporan Polisi STPL/322/K/III /2016/SU/Polreta Medan Sek.M.Kota Tanggal 22 Maret 2016.

Didalam bukti laporan tersebut petugas mendudukkan perkaranya ke dalam kasus tindak pidana penganiayaan dan melanggar Pasal 351 KUHPidana.

Dalam hal ini, Efrida Dewi Saragih (48) selaku ibu korban berharap agar pihak Polsek Medan Kota segera memproses laporan penganiayaan terhadap anaknya itu.

Dikatakannya, kasus penganiayaan ini terpaksa dibawa ke jalur hukum, dikarenakan tidak ada solusinya, pada hal Guru BP disekolah SMAN 6 Medan telah memediasi dengan memanggil kedua orang tua pelaku maupun korban.

” Dalam mediasi tersebut mencapai jalan buntu, maka kasus ini lebih baik diselesaikan secara hukum, hal ini juga atas anjuran Guru BP di SMAN 6 Medan kepada saya,” jelas Ibu korban.

Menyikapi hal tersebut, Kapolsek Medan Kota, Kompol Ronald Sipayung, Rabu (23/03/2016) saat dikonfirmasi, membenarkan adaya laporan kasus penganiayaan tersebut, dan pihaknya akan memproses laporannya.

” Kita akan proses laporan kasus penganiayaan tersebut,” pungkas Ronald Sipayung.

(Laporan Dari Medan Kota, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait