Mampu Menjadikan Karyawan di PTPN IV, Pelaku Raub Rp26 Miliar

example banner

Teks Foto : Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Komisi A, DPRDSU Kamis (24/03/2016). (Saf)

Medan Berita – Aksi penipuan modus dapat memasukkan korbannya untuk menjadi calon karyawan di PTPN IV, pelaku berhasil meraub keuntungan senilai Rp26 Miliar.

Hal ini terkuak berdasarkan keterangan Oloan Purba (32) warga Pematangsiantar dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang diadakan pada Kamis (24/03/2016) sekira jam 10.00 WIB, di Aula Gedung DPRDSU. Oloan mengaku bahwa dirinya merupakan salah satu korban penipuan pelaku bernama EYA dan korban meminta bantuan ke pihak DPRDSU.

Oloan menuturkan, dalam menjalankan aksi pelaku, dirinya merasa yakin, banyak orang yang dilibatkan.

” Saya yakin banyak orang dilibatkan disini. Karena semuanya begitu tersistematis, rapi sekali permainannya,” terangnya.

Dalam penjelasannya kepada anggota Komisi A DPRDSU, Oloan menyebut tahun 2015 korbannya berjumlah 97 orang.

” Dari 97 orang ini, uang yang terkumpul sebanyak Rp26 miliar,” terangnya lagi.

Dijelaskannya kembali, dalam masalah ini, ia menduga pihak polisi melakukan kriminalisasi terhadap dirinya dan keluarga.

” Seperti ada permainan, dimulai penangkapan pertama. Setelah itu nomor telepon dan kontak BBM saya juga dihapus oleh penyidik di Poldasu. Sekarang malahan kami yang dilaporkan oleh sesama rekan yang tertipu, orang tua saya dijadikan tersangka oleh Polresta Pematangsiantar, dan abang saya ditangkap oleh Polres Simalungun,” ungkapnya.

Ditambahkannya, ia menduga pelaku EYA sengaja mengadu domba mereka sehingga sesama korban melaporkan keluarganya ke polisi.

” Orang tua rekan saya menitipkan uang ke orang tua saya untuk diberikan kepada EYA,” terangnya.

Selanjutnya, masih dijelaskannya, akhirnya ke 97 orang korban penipuan dilantik.

” 97 orang yang ditipu dilantik di Wisma Benteng,” cetus korban.

Saat anggota dewan ada yang menanyakan bagaimana kronologis tertangkapnya EYA, Oloan pun menjelaskan.

” Mulanya seorang perwira dari Poldasu berangkat ke Jawa, kami berikan bantuan biaya. Lima orang anggotanya, melakukan penangkapan disana. Tapi dari penyergapan, Endah berhasil lolos. Bagaimana caranya ? tanya anggota dewan, kemudian Oloan menjawab. Kami merasa ada dugaan tangkap lepas disana,” kata Oloan lagi. Dan setelah melapor ke Mabes Polri, tertangkaplah EYA di Semarang,” sebut Oloan.

Sementara menurut keterangan Pihak PTPN IV melalui Kabag SDM, Nurmala mengatakan bahwa tanggal 11 Juli 2014, perusahaan belum ada melakukan penerimaan calon karyawan pimpinan.

Lanjutnya berkata, setelah mengetahui adanya laporan korban yang dikirim melalui email, kemudian pihaknya melakukan pengecekan ke LPP yang berlokasi di Jalan Williem Iskandar, hal hasil ternyata sudah bubar.

Selain itu, pihak TNI yang diwakili oleh Mayor C Sihombing mengatakan bahwa pihaknya juga korban penipuan yang dilakukan pelaku tersebut. Saat melayangkan surat ke Kodam I/BB, pelaku EYA mengatasnamakan PT Karindo sehingga kerjasama yang terjalin bukan atas nama PTPN IV.

” Kami hanya memasilitasi saja, dan kami juga tertipu,” tandas Sihombing.

Dari hasil RDP yang dilakukan, Komisi A sepakat untuk melanjutkan RDP ini dengan menghadirkan pihak LPP dan Poldasu nantinya.

(Laporan Dari Gedung DPRDSU, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait