Sayat Wajah Istri, Mantan Anggota Kopassus Ditangkap

example banner

Medan Berita – Diduga menyayat wajah istrinya, Zn (43), mantan anggota Kopassus berinisial BH (55), terpaksa mendekam di sel tahanan Polsek Medan Kota.

” Tersangka penyayat wajah istri ditangkap tadi subuh pukul 01.00 WIB di Gg. Saidah, Jln. Brigjen Katamso,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, AKP Martualesi Sitepu, kepada wartawan, Rabu (30/03/2016).

Dijelaskan, hasil interogasi terhadap tersangka diketahui berinisial BH adalah eks anggota Kopassus grup 24 dan telah menerima status Pecat Tidak Dengan Hormat (PTDH) pada tahun 1989.

” Tersangka telah di PTDH karena terlibat kasus ganja di Tanjung Priok. Tersangka berdinas dari 1981 hingga 1989, pangkat terakhir Koptu. Saat itu tersangka divonis 1 tahun, ditahan awalnya Rumah Tahanan Milier Guntur lalu setelah di-PTDH menjalani hukuman di Rutan Salemba Jakarta,” kata Martualesi.

Kali ini BH dijerat kasus KDRT. Dia ditangkap berdasarkan LP/1345/X/2015 tgl 15 Oktober 2015. Koban diketahui bernama ZN datang ke Mapolsek Medan Kota bersama Khairani warga Jln. Katamso, Gg. Jarak No. 5.

Penganiayaan dilakukan BH terhadap istrinya pada Kamis (15/10/2015) sekira pukul 01.00 WIB. Saat itu Bambang yang merupakan suami ketiga korban menggedor jendela kamar rumah korban.

” Saat itu korban tidak mau membuka jendela sehingga tersangka membuka paksa, lalu korban mendekat ke arah jendela sambil membuka jendela hendak melihat, namun ketika jendela dibuka secara sigap tersangka langsung menyayat pipi kiri korban sehingga menjerit dan berlari keluar sambil memegang wajahnya yang berlumuran darah,” kata Martualesi.

Zn lalu dilarikan ke RS Adam Malik guna mendapat perawatan. Dari hasil visum, wajah kiri Zn mengalami robek dengan ukuran 3 cm x 1/2 cm. Selanjutnya atas laporan saksi dan korban ke Polsek Medan Kota, akhirnya BH berhasil ditangkap setelah melarikan diri ke Aceh Takengon.

” Tersangka mengakui perbuatannya telah menyayat wajah korban karena didasari rasa cemburu,” ujar Martualesi seraya menambahkan atas perbuatannya itu, BH dijerat dengan pasal 44 ayat 1 UU No.23 tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

(Laporan dari Polsek Medan Kota, MB-01)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait