Aping Bandar Judi Maruto Sunggal Kebal Hukum

example banner

 Teks Foto : Lokasi Judi Maruto yang berlokasi di Jln. Palem Raya II, Gg. Maruto Pantai Benggali, Kel. Asam Kumbang, Kec. Medan Selayang yang tak jauh dari PDAM Tirtanadi atau tepatnya dibelakang Gilingan Padi.

Medan Berita Meskipun berulang kali petugas kepolisian melakukan penggerebekan lapak judi Maruto yang berlokasi di Jln. Palem Raya II, Gg. Maruto Pantai Benggali, Kel. Asam Kumbang, Kec. Medan Selayang yang tak jauh dari PDAM Tirtanadi atau tepatnya dibelakang Gilingan Padi, tak membuat sang bandar Aping mundur dalam menjalankan bisnis haramnya tersebut.

Hal itu terbukti sampai saat ini perjudian yang dikelolanya masih beroperasi. Menurut salah seorang pemain judi maruto yang tak ingin ditulis namanya kepada Medanberita.co.id, Kamis (07/04/2016) malam, mengatakan perjudian milik warga turunan etnis tionghoa itu sangat sulit digerebek karena melibatkan oknum aparatur negara dalam pembekingan.

” Dua kali lapak judi maruto digerebek petugas gabungan Polsek Sunggal dan Sabhara Polresta Medan, hasilnya sang bandar kembali membuka lapak judi itu dengan pindah lapak ke Jln. TB Simatupang kawasan terminal Pinang Baris atau lebih dikenal, lokasi ini dengan sebutan markas judi Tunggul Hitam (TI), ” ucap pria bertubuh gempal.

Masih dijelaskannya, meskipun dilokasi TI tersebut tidak pernah dilakukan penggerebekan namun sang bandar kembali menutup judi miliknya dengan alasan kurang beruntung.

” Di TI, kalaupun tidak pernah digerebek aparatur negara, tapi bandar kalah, nah akhirnya bandar kembali ke tempat lapak semula lah (Dibelakang Gilingan Padi-Red), semua ada dilokasi, baik oknum dari TNI AD, PM, Polri dan oknum AL,” cetusnya.

Ditambahkannya, dana perjudian maruto tersebut juga bersumber dari sejumlah oknum.

” Pokoknya ada 19 orang yang tanam saham dalam perjudian maruto itu, diantaranya dari oknum TNI AD, AL dan lainnya, karena pemainnya kebanyakan warga etnis, dipercayakanlah sebagai bandar utamanya Aping,” sebut sumber.

Dan bukan hanya itu saja, dijelaskannya kembali sejumlah oknum wartawanpun turut berperan dalam melegalkan judi itu.

” Setiap sore ada aja oknum wartawan datang kelokasi menerima jatah, dan ini bervariasi, kalau jatah setiap hari Rp50 ribu perorang dikasih bandar dan kalau hitungan sekali seminggu, ada yang Rp1 juta dan Rp2 juta, dan itu diserahkan bandar setiap hari rabu dan sabtu melalui kakinya oknum wartawan, ” pungkasnya sembari menghimbau kepada awak media ini, kalau mau dapat jatah pergi aja langsung ke lokasi dan tanya mana yang namanya oknum TNI bernama B, U dan J, nanti mereka yang menjembatani kepada bandar Aping agar jatah kalian diberi.

(Laporan dari Medan, MB)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait