Janter Sirait : Pengusaha Lakukan Penyesuaian

example banner

Teks Foto : Anggota DPRD Sumut, Janter Sirait saat ditemui Medanberita.co.id di Gedung DPRDSU, Jumat (08/04/2016). (Saf)

Medan Berita – Pasca penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2016, secara teori harga kebutuhan sehari-hari seharusnya ikut menurun dikarenakan terjadinya penurunan biaya operasional yang berasal dari BBM.

Menurut keterangan yang dihimpun pada Jumat (08/04/2016) sekira jam 15.00 WIB, masih ada kestabilan harga pada komoditi tertentu bahkan kenaikan pada komoditi lainnya.

Diketahui adapun komoditi yang turun harga seperti cabai merah dan beras. Kestabilan harga terjadi pada komoditi bawang merah, bawang putih, tepung terigu. Kenaikan harga justru terjadi pada komoditi tomat dan minyak goreng curah. Semua harga diatas terjadi setelah harga BBM turun.

Menurut pendapat anggota DPRD Sumut, Janter Sirait dirinya berharap penurunan harga dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

” Harapannya dengan adanya BBM turun, daya beli masyarakat meningkat disertai penurunan harga kebutuhan pokok,” terang politisi Partai Golkar ini.

Begitupun, masih dijelaskan Janter, penurunan harga itu dengan catatan tidak terlalu turun.

” Harganya jangan terlalu jauh turunnya, bisa deflasi itupun tidak bagus untuk perekonomian kita,” sambungnya.

Harusnya, lanjut anggota legeslatif Daerah Pemilihan Simalungun-Pematangsiantar ini menambahkan penurunan harga dipatok paling tinggi 5%.

” Sekitar 5 persen sudah bisa diturunkan,” kata anggota Komisi E DPRD Sumut ini.

Terakhir dikatakannya bahwa penurunan harga perlu dilakukan oleh pengusaha dikarenakan biaya operasional transportasinya sudah menurun dan itu untuk membantu perekonomian rakyat.

(Laporan dari Gedung DPRDSU, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait