Modus Promosi Jabatan, PT Capella Multidana Pecat Karyawan Sepihak

example banner

Teks Foto : Pengawas Disnakertrans Provsu saat dikonfirmasi terkait laporan karyawan PT Capella Multidana, Selasa (12/04/2016) sekira jam 11.00 Wib. (Saf)

Medan Berita – Halasan Marpaung warga Jln. Pertahanan Kompleks Perumdam No. 41 Patumbak yang bekerja di PT Capella Multidana sebagai collector terpaksa harus kehilangan pekerjaan.

Pekerjaan yang sudah digelutinya sejak 1997 tersebut menguap begitu saja tanpa ada jasa yang diterimanya. Akibat tindakan semena-mena PT Capella itu dirinya kemudian melaporkan PT Capella Multidana yang beralamat di Jln. Nibung Raya Medan ke Disnakertrans Provsu pada tanggal 30 Maret 2016.

Awal kejadinnya, menurut Halasan, tanggal 1 Maret 2016 dirinya tiba-tiba dipanggil personalia dan memberitahukan bahwa dirinya dimutasi ke Banda Aceh dengan alasan promosi jabatan sebagai Kordinator Collector.

” Saya dipanggil personalia dan memberitahu bahwa saya dimutasi ke Banda Aceh. Surat mutasi tanggal 26 Maret 2016 tapi ditunjukkan sama saya pada tanggal 1 April 2016 saat saya di kantor Capella. Jadi saya heran kog tidak ada pemberitahuan dahulu. Jadi saya tidak punya persiapan untuk memberesi perpindahan itu. Bukannya saya tidak ingin dimutasi,” jelas Halasan, Selasa 12 April 2016 kepada wartawan media ini.

Selain dadakan, gaji yang ditawarkan juga tidak sesuai dengan kenaikan jabatan yang diterimanya.

” Jabatan naik sebagai kepala collector tetapi gajinya tidak sesuai. Masak lebih besar gaji saya sebagai collector dari pada sebagai Kepala Collector,” ujarnya.

Lanjutnya, segala biaya perpindahan tugas, dan anak-anaknya juga tidak diberi perusahaan tersebut.

” Biaya-biaya untuk perpindahan tersebut juga tidak ada diberi perusahaan, sedangkan memindahkan sekolah anak-anak itu butuh biaya,” pungkas ayah empat anak tersebut.

Kemudian dirinya menyurati Personalia PT Capella, Jumin sampai dua kali namun tidak digubris. Dirinya juga mengatakan bahwa namanya sudah dihapuskan dalam mesin absensi karyawan.

” Saya kalau masuk kerja tidak dikasih mengabsen, dan didalam mesin absen dihapus nama aku jadi dikondisikan biar saya dikeluarkan dengan alasan tidak masuk kerja,” jelas Halasan.

Sementara, Pengawas Dinaskertrans Provsu, Marolop Silalahi mengatakan bahwa mutasi adalah hak perusahaan jadi perusahaan tidak salah.

” Seharusnya saudara turuti mutasi perusahaan lalu meminta hak-hak saudara. jadi kalau perusahaan kemudian mempekerjakan saudara kembali apakah saudara (Halasan) mau bekerja lagi,” ujar Silalahi seakan sudah kordinasi pada PT Capella.

Lanjutnya, bahwa surat perintah tugas (SPT) Halasan sudah dikeluarkan dan pihaknya akan melanjuti laporan tersebut.

” Kita tetap harus kesana tetapi karena ada BAP hari ini jadi kita belum sempat untuk mengurus ini. Jadi sudah keluar SPT Halasan untuk menindaklanjuti permasalahan ini,” ujarnya,

Jadi pimpinan yang menunjukkan petugas yang melakukan ini. Jadi petugas yang dikirim 3 orang,” ujarnya Marolop Silalahi berdalih.

Salah seorang staff disnaker mengatakan mutasi itu ada 2 yakni promosi dan kesalahan. Tetapi bila promosi yang dilakukan PT Capella Multidana yang malah memberikan gaji lebih rendah dari jabatan sebelumnya itu berarti bukan mutasi. Jadi masukkan saja laporannya secara tertulis supayaditindaklanjuti,” jelas salah seorang staff yang tidak ingin disebutkan namanya.

(Laporan dari Medan, MB-03)

Loading...

Comments

comments

Pos terkait